Kamis
29 Oktober 2026 | 10 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Perkuat Ketahanan Pangan, DPC Tuban Dorong Budidaya Sukun dan Sorgum

IMG-20260420-WA0006_copy_602x405

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban mulai menggalakkan penanaman tanaman pendamping beras guna mengantisipasi ancaman krisis pangan global.

Langkah ini diawali dengan penanaman pohon sukun di lingkungan kantor DPC PDI Perjuangan Tuban sebagai model percontohan bagi masyarakat dan kader di tingkat akar rumput.

​Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban sekaligus Anggota DPRD Jawa Timur, Ony Setyawan, menyatakan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Kader diwajibkan memfasilitasi gerakan penanaman 10 jenis tanaman pendamping beras untuk mewujudkan kedaulatan pangan tanpa ketergantungan pada impor.

​”Ini adalah langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis bahan pangan pokok saja. Kita harus memiliki cadangan pangan alternatif untuk menghadapi situasi darurat atau krisis pasokan beras dunia,” ujar Ony di Tuban, Senin (20/4/2026).

​Potensi Lahan Kering
​Kabupaten Tuban memiliki karakteristik lahan yang unik, didominasi oleh pegunungan kapur utara dengan jenis tanah lempung berpasir.

Karakteristik ini dinilai sangat potensial untuk pengembangan komoditas lahan kering.

​Selain sukun, Ony menekankan pentingnya pengembangan sorgum atau yang secara lokal dikenal sebagai “orean”.

Sorgum dianggap sebagai tanaman masa depan karena daya tahannya yang tinggi terhadap cuaca ekstrem dan nilai gizinya yang setara dengan beras namun bebas gluten.

​”Di Tuban, sorgum sangat cocok dengan lahan yang ada. Selain sehat, komoditas ini memiliki nilai ekonomis tinggi karena mulai diminati pasar luar negeri seperti Jepang dan Korea,” tambahnya.

​Diversifikasi Pangan
​Gerakan ini mencakup 10 tanaman utama, yakni singkong, ubi jalar, jagung, sukun, porang, sorgum, pisang, sagu, talas, dan hanjali.

DPC Tuban menginstruksikan seluruh kader untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif.

​Pemanfaatan kekayaan biodiversitas lokal ini diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan pangan di tingkat keluarga, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan potensi pangan selain beras.(dian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

HGU PT Makarti Dipersoalkan Warga Karangsari, Sonny: Banyak Opsi untuk Aksi

BANYUWANGI – Persoalan Hak Guna Usaha (HGU) PT Makarti mencuat dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang ...
LEGISLATIF

Lewat GCC, Novita Hardini Dorong Kesadaran Warga Kelola Sampah dari Rumah

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong masyarakat membangun kebiasaan memilah dan ...
LEGISLATIF

Gus Falah Minta Pengedar Narkoba Diproses Maksimal, Soroti Bahaya Penyalahgunaan Vape

LAMONGAN – Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah, meminta aparat kepolisian memproses hukum ...
LEGISLATIF

Hari Yulianto: Anggaran Rp300 Juta Tak Cukup Tanpa Kesadaran Masyarakat Kelola Sampah

Hari Yulianto menegaskan kesadaran masyarakat menjadi kunci mengatasi sampah. Rencana BKK Rp300 juta Sidoarjo pada ...
KABAR CABANG

Hari Sumpah Pemuda, Widarto Ajak Gen Z Tak Apatis pada Politik Lewat Film Satir

JEMBER – Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, mengajak generasi Z tidak apatis terhadap politik dan ikut ...
LEGISLATIF

PDI Perjuangan Pasuruan Soroti Kemandirian Fiskal dalam Raperda Pajak dan Retribusi Daerah

PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyampaikan pandangan umumnya terhadap Rancangan ...