Selasa
03 November 2026 | 10 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diana Sasa Dorong Evaluasi Tambang Jatim, Soroti Dampak Galian C di Magetan

pdip jatim 260418 tambang magetan 1

Diana Sasa mendorong evaluasi tambang di Jawa Timur setelah keluhan warga terkait dampak galian C di Magetan, mulai dari debu hingga kerusakan jalan.

SURABAYA — Anggota Komisi D DPRD Jatim Diana Sasa mendorong evaluasi menyeluruh aktivitas tambang di Jawa Timur menyusul keluhan warga terkait dampak galian C di Desa Taji, Kecamatan Karas, Magetan.

Sorotan itu mencuat setelah warga memprotes debu, kerusakan jalan, hingga kekhawatiran hilangnya patok batas lahan akibat aktivitas tambang.

Dia turun langsung ke lokasi dan menemukan persoalan yang dinilai tidak berdiri sendiri. “Keluhan warga bukan hanya soal debu. Jalan juga terdampak aktivitas angkutan, dan ada kekhawatiran batas lahan yang hilang. Ini merugikan warga,” ujar Sasa di Surabaya, Sabtu (18/4/2026).

Ia menyebut kondisi serupa juga terjadi di wilayah lain di Kecamatan Karas, seperti Desa Ginuk. Hal ini menunjukkan adanya pola persoalan tambang yang perlu ditangani lebih serius.

“Artinya ini bukan kasus tunggal. Dampaknya dirasakan di beberapa desa,” tegas perempuan yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan tersebut.

Dalam koridor kedewanan, Diana langsung berkoordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur untuk memastikan legalitas perizinan sekaligus mendorong pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas tambang.

Menurutnya, kegiatan pertambangan memang menjadi bagian dari kebutuhan pembangunan, namun tetap harus berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat.

“Usaha boleh berjalan, tapi harus tertib. Jangan sampai aktivitas ekonomi justru jadi beban bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Dia juga mengingatkan bahwa polemik tambang di Karas bukan hal baru. Aktivitas di lokasi tersebut sebelumnya sempat dihentikan karena persoalan perizinan, namun kini kembali berjalan sementara persoalan di lapangan belum sepenuhnya terselesaikan.

“Jangan sampai muncul kesan aktivitas jalan dulu, perizinan dan pengawasan menyusul,” ujar Diana Sasa.

Dia juga menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola sektor energi dan sumber daya mineral, termasuk dalam aspek transparansi dan akuntabilitas. “Ini momentum untuk membenahi tata kelola agar lebih transparan dan akuntabel,” katanya.

Dia menegaskan, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar aktivitas tambang tetap berjalan, namun dengan kepastian hukum dan perlindungan bagi masyarakat.

“Yang kita inginkan sederhana. Usaha tetap jalan, aturan ditegakkan, masyarakat dilindungi,” pungkasnya. (yols/pr)

 

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...
KRONIK

Ngawi Siap Jadi Tuan Rumah POPDA Jatim XV

NGAWI – Kabupaten Ngawi menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah ...
HEADLINE

Puan Maharani Ajak Perkuat Demokrasi yang Menghadirkan Kesejahteraan Sosial

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh elemen bangsa kembali memperkuat gagasan demokrasi yang sejak ...