Kamis
16 April 2026 | 6 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ning Nadia Ungkap Sisi Hangat Halal Bihalal PDIP Jatim: “Ternyata Seasik Itu”

pdip jatim 260413 ning nadia 1

SURABAYA — Ada rasa gugup yang sempat menyelinap di hati Ning Nadia Abdurrahman saat pertama kali melangkah ke forum halal bihalal PDI Perjuangan Jawa Timur di Hotel Shangri-La, Minggu (12/4/2026).

Maklum, ini adalah kali pertamanya mengisi tausiyah di lingkungan partai politik.

Namun rasa itu tak bertahan lama.
Begitu bertatap muka langsung dengan para kader, kesan yang muncul justru jauh dari bayangan. Hangat, guyub, bahkan terasa akrab.

“Pertama kali nyemplung, istilahnya bertatap muka dengan orang-orang di balik kesuksesan PDI Perjuangan. Masyaallah, ternyata seasik itu, tidak semenyeramkan yang dibayangkan,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Qolam Wa Lauh, Kwagean, Kediri itu kemudian melihat lebih dalam makna dari forum tersebut. Bagi dia, halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang penting untuk merawat hubungan antarmanusia.

Ia mengapresiasi langkah PDIP yang tetap menjaga tradisi khas nusantara yang diwariskan Soekarno, salah satunya melalui halal bihalal.

Dalam pandangannya, silaturahmi memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam ajaran Islam. Bahkan, dalam sejumlah riwayat, nilai islah atau mendamaikan hubungan antarmanusia disebut lebih utama dibanding ibadah sunnah.

“Halal bihalal ini menjadi ruang untuk saling menghalalkan, menggugurkan dosa-dosa sosial. Karena kesalahan antarmanusia tidak cukup diselesaikan hanya dengan taubat kepada Allah, tapi juga harus dengan kerelaan sesama,” tuturnya.

Di hadapan para kader Banteng, Ning Nadia juga mengajak untuk tidak berhenti pada silaturahmi biasa. Ia mendorong agar hubungan tetap dijaga, bahkan kepada mereka yang pernah memutusnya.

Ada tiga nilai yang ia tawarkan sebagai bekal: takhali, tahali, dan tajali.

Takhali, mengosongkan hati dari dendam.

Tahali, menghiasinya dengan sikap memaafkan.

Dan tajali, memastikan hubungan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Semoga kita keluar dari majelis ini dengan tiga oleh-oleh itu,” ucapnya. (Baca juga: Said Abdullah Tegaskan Jatim Rumah Ijo-Abang, NU dan PDIP Tak Terpisahkan)

Di ujung acara, pesan itu terasa sederhana, tapi dalam: silaturahmi bukan hanya tentang bertemu, melainkan tentang memperbaiki—dan memulai kembali. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...