Senin
19 Oktober 2026 | 4 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ning Nadia Ungkap Sisi Hangat Halal Bihalal PDIP Jatim: “Ternyata Seasik Itu”

pdip jatim 260413 ning nadia 1

SURABAYA — Ada rasa gugup yang sempat menyelinap di hati Ning Nadia Abdurrahman saat pertama kali melangkah ke forum halal bihalal PDI Perjuangan Jawa Timur di Hotel Shangri-La, Minggu (12/4/2026).

Maklum, ini adalah kali pertamanya mengisi tausiyah di lingkungan partai politik.

Namun rasa itu tak bertahan lama.
Begitu bertatap muka langsung dengan para kader, kesan yang muncul justru jauh dari bayangan. Hangat, guyub, bahkan terasa akrab.

“Pertama kali nyemplung, istilahnya bertatap muka dengan orang-orang di balik kesuksesan PDI Perjuangan. Masyaallah, ternyata seasik itu, tidak semenyeramkan yang dibayangkan,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Qolam Wa Lauh, Kwagean, Kediri itu kemudian melihat lebih dalam makna dari forum tersebut. Bagi dia, halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang penting untuk merawat hubungan antarmanusia.

Ia mengapresiasi langkah PDIP yang tetap menjaga tradisi khas nusantara yang diwariskan Soekarno, salah satunya melalui halal bihalal.

Dalam pandangannya, silaturahmi memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam ajaran Islam. Bahkan, dalam sejumlah riwayat, nilai islah atau mendamaikan hubungan antarmanusia disebut lebih utama dibanding ibadah sunnah.

“Halal bihalal ini menjadi ruang untuk saling menghalalkan, menggugurkan dosa-dosa sosial. Karena kesalahan antarmanusia tidak cukup diselesaikan hanya dengan taubat kepada Allah, tapi juga harus dengan kerelaan sesama,” tuturnya.

Di hadapan para kader Banteng, Ning Nadia juga mengajak untuk tidak berhenti pada silaturahmi biasa. Ia mendorong agar hubungan tetap dijaga, bahkan kepada mereka yang pernah memutusnya.

Ada tiga nilai yang ia tawarkan sebagai bekal: takhali, tahali, dan tajali.

Takhali, mengosongkan hati dari dendam.

Tahali, menghiasinya dengan sikap memaafkan.

Dan tajali, memastikan hubungan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Semoga kita keluar dari majelis ini dengan tiga oleh-oleh itu,” ucapnya. (Baca juga: Said Abdullah Tegaskan Jatim Rumah Ijo-Abang, NU dan PDIP Tak Terpisahkan)

Di ujung acara, pesan itu terasa sederhana, tapi dalam: silaturahmi bukan hanya tentang bertemu, melainkan tentang memperbaiki—dan memulai kembali. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

DPRD Kabupaten Sumenep Peringati Hari Parlemen 2026 dengan Jalan Sehat Politik

SUMENEP – DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Jalan Sehat Politik dalam rangka Hari Parlemen 2026 di area Taman Bunga ...
KRONIK

Maskina, Seragam Partai, dan Bantuan Modal dari Said Abdullah

SUMENEP – Maskina, kader PDI Perjuangan asal Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, menerima ...
LEGISLATIF

Karhutla Meluas di Sejumlah Gunung Jatim, Sri Untari Dorong Penanganan Terpadu

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan penanganan kebakaran hutan dan ...
BERITA TERKINI

Saifudin Zuhri Dorong Perwali Wajibkan Pertunjukan Seni Lokal di Sektor Pariwisata Batu

BATU – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Saifudin Zuhri mendorong Pemerintah Kota Batu menerbitkan Peraturan Wali ...
KRONIK

Ribuan Pelari Meriahkan Bangkalan Run, Bupati Lukman: Peluang Gerakkan Ekonomi Masyarakat

BANGKALAN – Ribuan pelari dari berbagai daerah memeriahkan Bangkalan Run 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ...
KRONIK

Apresiasi Penampilan Karya Siswa SR, Bupati Ipuk: Kami Bangga Menyaksikannya

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku bangga atas perkembangan siswa Sekolah Rakyat (SR) ...