Kamis
16 April 2026 | 3 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Plastik Mahal, Ony Setiawan Soroti Nasib UMKM yang Terhimpit

PDIP-Jatim-Ony-Setiawan-08022023-300x210

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jatim, Ony Setiawan, menyoroti tingginya lonjakan harga plastik akibat konflik geopolitik Timur Tengah. Menurutnya kondisi ini perlu perhatian serius.

Dia menceritakan, di dapilnya, sudah banyak UMKM yang mengeluh. Mereka harus membeli bahan pokok tersebut, namun diterpa kebimbangan saat menaikkan harga dagangan, sebab khawatir tak laku.

“Teman-teman UMKM enggak ada pilihan karena memang bahan bakunya impor. Jadi, ya mau gak mau dia harus beli. Nah, saya hanya melihat mereka menaikkan harga jual enggak berani,” ujarnya saat ditemui usai Musancab di Surabaya, Sabtu (11/4/2026).

Dia tak memungkiri persoalan plastik ini cukup rumit. Bahan bakunya masih impor, sedangkan kebutuhan di dalam negeri sangat tinggi. Terlebih, kenaikannya juga merambat ke harga bahan pokok lainnya.

Untuk itu, anggota Fraksi PDI Perjuangan ini mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim bijak mengambil putusan; mengendalikan harga plastik dengan sangat hati-hati agar tidak menghimpit UMKM.

“Agak susah ya karena plastik itu kayak sudah bagian dari semua barang gitu dan itu tidak bisa digantikan oleh yang lain. Itu problemnya,” sebutnya.

Sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim turut membeberkan penyebab lonjakan harga di pasar.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN) Disperindag Jatim, Erivina Lucky Kristian, menyebut, di sisi perdagangan luar negeri, terdapat 44 pelaku usaha ekspor plastik dan produk turunannya di Jatim. Ketergantungan terhadap impor bahan baku, tambah dia, cukup tinggi. Sekitar 50-60 persen bahan baku plastik di Indonesia masih berasal dari impor.

Alhasil, harga bahan baku utama plastik, yakni biji plastik, kini mencapai sekitar Rp30.000 per kilogram atau naik hingga 50 persen.

“Kenaikan ini tidak lepas dari lonjakan harga minyak mentah Brent sebagai bahan dasar. Dari sebelumnya sekitar USD 67 per barel, kini sudah di atas USD 98 per barel, bahkan sempat menyentuh USD 115 per barel,” ucapnya Rabu (8/4/2026).

Sementara itu, jeritan UMKM tercatat sampai ke aspek terkecil. Salah satunya dirasakan Indah, pedagang pakan hewan di Sedati, Sidoarjo yang mengeluh bingung untuk menaikkan harga dagangannya.

Dia pun memilih sedikit merugi. Tetap membeli pasokan plastik dan sedikit menaikkan harga seluruh dagangannya Rp500.

“Sekarang semuanya mahal, Mbak. Ini aja plastik 1 pack harganya naik sampai 4ribu. Tapi ya gimana lagi, kita juga butuh jadi harga pakannya yang dinaikin dikit,” keluhnya, Sabtu (11/4/2026). (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Kota Blitar Targetkan Kemenangan Pilkada

PDIP Kota Blitar menargetkan merebut kursi wali kota dengan memperkuat PAC sebagai ujung tombak konsolidasi hingga ...