Kamis
16 April 2026 | 2 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

WFH Jumat ASN Surabaya: Tekan Emisi, Pangkas Anggaran, Genjot Kinerja

pdip jatim 260420 asn surabaya

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengunci arah baru birokrasi dengan kebijakan kerja fleksibel ASN: satu hari work from home (WFH) setiap Jumat. Namun, langkah ini bukan sekadar penyesuaian pola kerja, melainkan strategi ganda—menekan emisi sekaligus memangkas belanja operasional.

Kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 57 Tahun 2026 ini menjadi instrumen transformasi birokrasi menuju sistem kerja berbasis kinerja (output dan outcome), sekaligus intervensi langsung terhadap persoalan lingkungan perkotaan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa fleksibilitas kerja harus berdampak nyata, baik pada peningkatan kinerja ASN maupun efisiensi anggaran. “Bukan hanya soal bekerja dari mana, tapi bagaimana hasil kerja tetap maksimal, layanan publik terjaga, dan ada efisiensi yang terukur,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Dengan WFH setiap Jumat, mobilitas ASN ditekan secara sistematis. Dampaknya, konsumsi bahan bakar minyak (BBM), penggunaan listrik dan air di perkantoran, hingga biaya operasional harian diproyeksikan turun signifikan.

Pemkot memastikan, efisiensi tersebut tidak berhenti sebagai angka penghematan, tetapi akan dialihkan untuk mendukung program prioritas pembangunan dan peningkatan kualitas layanan publik.

Di saat yang sama, kebijakan ini dipadukan dengan agenda lingkungan. ASN didorong mengurangi ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar fosil dan beralih ke transportasi ramah lingkungan.

Setiap hari Selasa, ASN diwajibkan menggunakan kendaraan listrik, transportasi umum, atau sepeda. Sementara pada Jumat, baik yang WFH maupun WFO tetap diarahkan meminimalkan penggunaan kendaraan konvensional sebagai bagian dari upaya menekan emisi dan kemacetan kota.

Pemkot Surabaya juga mempercepat digitalisasi layanan agar aktivitas pemerintahan tetap berjalan tanpa hambatan. ASN yang menjalankan WFH diwajibkan presensi digital tiga kali sehari serta melaporkan kinerja melalui sistem e-performance.

Meski fleksibel, kontrol tetap diperketat. Kepala perangkat daerah diminta aktif memantau kinerja pegawai, termasuk melalui rapat daring dan laporan berkala. Evaluasi kebijakan dilakukan setiap dua bulan untuk memastikan efektivitasnya.

Namun, tidak semua sektor dapat menerapkan WFH. Layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat—seperti rumah sakit, puskesmas, dinas kependudukan, dan pemadam kebakaran—tetap bekerja penuh dari kantor demi menjaga kualitas pelayanan.

“Intinya, bukan hanya efisien, tapi juga harus lebih cepat, lebih baik, dan lebih ramah lingkungan,” tegas wali kota yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Kota Blitar Targetkan Kemenangan Pilkada

PDIP Kota Blitar menargetkan merebut kursi wali kota dengan memperkuat PAC sebagai ujung tombak konsolidasi hingga ...