Minggu
31 Mei 2026 | 3 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

WFH ASN Bukan Sekadar Fleksibilitas, Puan Tekankan Adaptasi Birokrasi

pdip-jatim-250722-PM-diwawancara

JAKARTA – Ketua DPR RI, Puan Maharani, memandang kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) bukan sekadar soal fleksibilitas kerja, melainkan kemampuan pejabat negara beradaptasi dengan perubahan tanpa mengorbankan kecepatan dan ketepatan pelayanan publik.

Dalam konteks itu, Puan meminta pemerintah mengevaluasi efektivitas penerapan WFH setiap hari Jumat bagi ASN. Menurutnya, kebijakan yang ditujukan untuk menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah dinamika konflik Timur Tengah tidak boleh berdampak pada penurunan produktivitas aparatur.

“WFH ini tidak bisa hanya menjadi kebijakan administratif tanpa indikator evaluasi yang jelas. Harus ada evaluasi berkala untuk memastikan efektivitasnya,” kata Puan, dikutip Minggu (5/4/2026).

Puan menegaskan, dalam kebijakan yang menyentuh tata kerja aparatur negara, masyarakat tidak menilai lokasi kerja ASN, melainkan hasil yang dirasakan. Mulai dari ketepatan waktu penyelesaian dokumen, responsivitas layanan, hingga kelancaran pengambilan keputusan.

Ia menilai, kepercayaan publik terhadap negara sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan, bukan semata perubahan pola kerja. “Fleksibilitas birokrasi akan memiliki legitimasi publik jika membuat negara lebih adaptif tanpa kehilangan ketepatan dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Menurut Puan, kebijakan WFH dapat menjadi bagian dari modernisasi birokrasi apabila mampu menggeser orientasi dari kehadiran fisik menuju kinerja yang terukur. Namun, keberhasilannya bergantung pada kemampuan setiap instansi menjaga standar layanan tanpa mengalami perlambatan.

Karena itu, ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan standar implementasi yang jelas agar ASN tetap produktif meski bekerja dari luar kantor. “Jangan sampai niat baik birokrasi yang adaptif justru menimbulkan dampak sampingan akibat keluwesan sistem bekerja tanpa tanggung jawab,” tegas Ketua DPP PDI Perjuangan ini.

Sebagai informasi, kebijakan WFH bagi ASN setiap Jumat mulai berlaku sejak 1 April 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut kebijakan ini bertujuan menghemat energi sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Menurutnya, hari Jumat dipilih karena aktivitas dinilai relatif lebih longgar dibanding hari kerja lainnya, dan kebijakan tersebut akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Deni: PDI Perjuangan Memberi Anak Muda Ruang dan Tanggung Jawab Berjuang Bersama

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengingatkan kader PDI Perjuangan untuk tidak ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Ponorogo Perkuat Kaderisasi dan Regenerasi Kepemimpinan

PONOROGO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo menggelar Musyawarah Anak Cabang ...
HEADLINE

Kecerdasan AI Jadi Bahasan Penting DPD saat Lantik PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Jombang

JOMBANG – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian ...
KRONIK

Sadarestuwati Sebut PDIP Penyeimbang Tunggal, Soroti Rupiah Rp18.000 dan Ancaman Impor Pangan

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI sekaligus Ketua Bidang Pertanian dan Pangan DPP PDI Perjuangan, Hj. ...
KABAR CABANG

Targetkan 14 Kursi pada Pemilu 2029, PDIP Jombang Wajibkan Anggota Dewan Turun ke Ranting 4 Kali Sebulan

JOMBANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, mematok target ambisius bagi partainya untuk meraih 14 kursi ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Penerapan Smart Lighting pada 10.000 Titik PJU Baru di Surabaya

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Dishub memperluas penerapan smart lighting pada program ...