TUBAN — Anggota DPRD Jawa Timur Ony Setiawan menilai, hilirisasi industri pertanian menjadi salah satu solusi untuk memutus rantai kemiskinan di Tuban.
Solusi didasari sejumlah industri besar yang tak mampu menekan angka kemiskinan. Ony menyebut,
industri strategis nasional di Tuban seperti kilang minyak hingga produsen semen raksasa tak membuat angka kemiskinan beringsut signifikan.
Ony Setyawan yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban menyebut, fenomena ini sebagai “oase semu”. Kehadiran industri padat modal terbukti belum mampu menjadi mesin penggerak kesejahteraan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025 mencatat sekitar 168,9 ribu jiwa di Tuban masih berada di bawah garis kemiskinan.
”SDM kita masih banyak yang berpendidikan rendah dan tidak sesuai dengan kualifikasi lapangan kerja di industri besar. Di sisi lain, bahan baku tambang mulai menipis karena sifatnya yang tidak terbarukan,” ujar Ony dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Transformasi Menuju Agroindustri
Sebagai langkah strategis, Ony mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban untuk mengalihkan fokus pembangunan dari industri ekstraktif menuju agroindustri.
Berbeda dengan industri migas yang padat modal, agroindustri dinilai lebih cocok dengan profil sosiologis masyarakat Tuban yang mayoritas adalah petani dan nelayan.
Ony memetakan potensi tersebut ke dalam dua zonasi ekonomi utama:
Wilayah Pesisir. Pembangunan industri pengolahan hasil tangkap ikan di lima kecamatan pesisir untuk meningkatkan nilai tambah nelayan.
Wilayah Tengah. Pembangunan pabrik pengolahan jagung dan pakan ternak (feedmill) guna mengintegrasikan sektor pertanian dengan peternakan.
”Agroindustri adalah penggabungan produk hasil pertanian. Ini langkah paling tepat karena menciptakan nilai tambah dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani,” tegas Ony.
Bauran Program Terpadu
Selain fokus pada hilirisasi, Ony menekankan bahwa pengentasan kemiskinan memerlukan “Bauran Program” yang komprehensif.
Berita terkait: Nomor 5 Daerah Termiskin di Jatim, Ony Sebut Tuban Punya Potensi Bangkit dan Berjaya
Hal ini mencakup peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan keterampilan yang relevan dengan potensi lokal, bukan sekadar mengejar standar industri berat.
Reformasi birokrasi juga menjadi sorotan. Pemda diharapkan melakukan tata kelola yang fokus pada penanganan kemiskinan secara tematik, didukung oleh perbaikan infrastruktur dasar seperti akses air bersih, listrik, dan jalan di wilayah kantong kemiskinan.
Dengan transisi ini, kekayaan alam Tuban diharapkan tidak lagi hanya sekadar menjadi komoditas mentah yang dikirim ke luar daerah, melainkan menjadi motor penggerak ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif.(dian/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










