Minggu
01 November 2026 | 4 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nila Yani Soroti Daya Saing Pariwisata RI, Kalah Agresif dari Thailand dan Vietnam

IMG-20260402-WA0009_copy_768x511

JAKARTA – Sektor pariwisata Indonesia tengah berada dalam momentum kebangkitan pascapandemi. Namun, tren positif ini dinilai masih membentur tembok besar berupa persoalan struktural yang menghambat daya saing Indonesia di tingkat global.

​Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, memberikan catatan kritis terkait posisi Indonesia yang mulai tertinggal dari negara tetangga.

Menurutnya, negara seperti Thailand dan Vietnam jauh lebih agresif dalam memenangkan pasar wisatawan mancanegara.

​”Persoalan utama kita terletak pada konektivitas ke destinasi yang masih terbatas, biaya perjalanan domestik yang mahal, serta kesiapan layanan di daerah yang belum konsisten,” ujar Nila dalam keterangan resminya, dikutip Senin (2/4/2026).

​Mahalnya Tiket Pesawat
​Salah satu poin krusial yang disoroti adalah tingginya harga tiket pesawat domestik. Fenomena ini menciptakan anomali di mana masyarakat Indonesia seringkali mendapati biaya perjalanan ke luar negeri jauh lebih murah dibandingkan mengunjungi destinasi di dalam negeri.

​Kondisi ini, menurut Nila, membuat wisatawan—baik domestik maupun mancanegara—lebih memilih destinasi luar negeri yang menawarkan kepastian akses dan efisiensi biaya.

​”Ini adalah persoalan berulang yang tidak bisa terus dibiarkan tanpa solusi yang jelas dan berkelanjutan. Jika tiket domestik lebih mahal dari internasional, wajar jika publik mempertanyakan keberpihakan pemerintah,” tegas politisi muda dari daerah pemilihan Jawa Timur X tersebut.

​Kualitas Layanan Maskapai Menurun
​Selain persoalan harga, kualitas layanan maskapai penerbangan nasional tak luput dari kritik. Nila menerima banyak keluhan terkait ​ketidakpastian jadwal, keterlambatan penerbangan (delay) yang kerap terjadi tanpa kompensasi atau kepastian informasi.

Juga soal ​fasilitas armada. Kebersihan kabin yang kurang terjaga serta minimnya perawatan dan pembaruan fasilitas pesawat.

​Ia menilai, buruknya layanan transportasi udara berdampak langsung pada citra pariwisata nasional.

Wisatawan yang merasa tidak nyaman dalam perjalanan cenderung memberikan testimoni negatif yang merugikan upaya promosi pemerintah.

​Mendorong Pemerataan Ekonomi
​Lebih lanjut, Komisi VII mendorong adanya koordinasi lintas sektoral yang lebih berani.

Pembangunan pariwisata diharapkan tidak lagi berjalan secara parsial atau sektoral, melainkan terintegrasi antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, dan lembaga terkait lainnya.

​Nila juga menekankan bahwa pariwisata harus menjadi instrumen pemerataan ekonomi guna menghapus disparitas antarwilayah.

​”Pariwisata seharusnya menjadi alat pemerataan, bukan justru memperdalam ketimpangan. Pembangunan tidak hanya soal angka pertumbuhan, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar destinasi,” pungkasnya.(mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...