Selasa
03 November 2026 | 6 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi Perketat Pengelolaan Sampah, Kinerja OPD Dipertaruhkan

pdip jatim 260401 ec tps sampah 1

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memperketat pengelolaan sampah mulai dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) hingga operasional armada pengangkut. Penegasan itu disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah TPS, Rabu (1/4/2026).

Dalam sidaknya di TPS Rangkah, Kecamatan Simokerto, Eri menemukan sejumlah persoalan, mulai dari gerobak sampah yang menumpuk hingga indikasi pengelolaan yang tidak sesuai ketentuan. Ia kemudian melanjutkan pengecekan ke TPS Simpang Dukuh, Kecamatan Genteng.

Eri menegaskan, TPS hanya diperuntukkan bagi sampah rumah tangga, bukan untuk limbah berukuran besar seperti kasur atau perabot. Selain itu, volume sampah juga harus sesuai ketentuan, yakni sekitar 0,6 kilogram per orang.

“Kalau melebihi, berarti ada sampah lain yang ikut dibuang. Ini tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Ia juga melarang pelaku usaha non-rumah tangga, seperti kafe dan rumah makan, membuang sampah ke TPS. Menurutnya, pelaku usaha wajib mengelola sampah secara mandiri agar tidak membebani fasilitas publik.

Sebagai langkah penataan, Pemkot Surabaya akan menerapkan jadwal pembuangan sampah per RW di setiap TPS, lengkap dengan penjaga untuk memastikan aturan berjalan. Gerobak sampah juga dilarang ditempatkan di area TPS guna menghindari penumpukan.

Tak hanya di level TPS, Eri juga menyoroti pengangkutan sampah oleh pihak swasta yang dinilai masih kerap melanggar aturan, termasuk membuang sampah sembarangan di pinggir jalan.

Untuk itu, Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup akan memperketat operasional armada pengangkut. Hanya truk yang telah lolos uji kelayakan dan memiliki stiker resmi yang diizinkan beroperasi.

“Kalau truknya tidak layak, tidak berstiker, ya kita hentikan. Semua harus sesuai standar,” ujar pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut.

Ia menegaskan, armada pengangkut wajib dalam kondisi baik, tidak bocor, bersih, serta menggunakan sistem tertutup seperti compactor atau arm roll.

Dalam upaya penguatan pengawasan, Eri menunjuk Asisten I Sekretariat Daerah sebagai koordinator pengawasan TPS. Ia menegaskan, kinerja pengelolaan sampah akan menjadi tolok ukur evaluasi pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya.

“Kalau tidak sesuai, jangan salahkan jika ada perubahan jabatan. Ini bukan soal suka atau tidak, tapi soal kinerja,” tegasnya.

Eri juga memastikan sanksi akan diberikan kepada pihak ketiga yang melanggar, terutama dalam kasus pembuangan sampah sembarangan oleh rekanan swasta.

Melalui langkah ini, ia berharap sistem pengelolaan sampah di Surabaya menjadi lebih disiplin, tertib, dan mampu menjaga kebersihan kota secara berkelanjutan. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...