Senin
18 Mei 2026 | 9 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bambang Sutriyono Minta Pemkab Integrasikan Data Kesehatan untuk Antisipasi Lonjakan DBD dan TBC

IMG-20260120-WA0016

BOJONEGORO – Perubahan iklim yang melanda wilayah Kabupaten Bojonegoro baru-baru ini mulai memicu kekhawatiran terhadap peningkatan kasus penyakit menular.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro meminta Dinas Kesehatan setempat memperkuat sistem pencegahan dan integrasi data di seluruh fasilitas kesehatan.

​Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Bambang Sutriyono, menyatakan bahwa kondisi lingkungan saat ini menjadi sangat rentan terhadap munculnya penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TBC).

​”Perubahan iklim biasanya menjadikan lingkungan rentan terhadap munculnya penyakit menular. Tak hanya DBD dan TBC, tetapi juga penyakit menular lainnya,” ujar Bambang saat memberikan keterangan di Bojonegoro.

Lonjakan Kasus TBC
​Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro sepanjang tahun 2025, angka kasus penyakit menular menunjukkan tren yang signifikan. Hingga Mei 2025 saja, tercatat ada 117 kasus DBD dengan dua kasus kematian.

​Sementara itu, kasus TBC tercatat jauh lebih tinggi. Hingga Oktober 2025, ditemukan sebanyak 2.366 kasus. Dari hasil skrining kesehatan terhadap 19.000 warga, ditemukan sekitar 2.800 orang berpotensi terjangkit penyakit tersebut setelah melalui proses Penyelidikan Epidemiologi (PE).

​”Itu yang terdeteksi selama Oktober 2025. Jika sampai akhir tahun, jumlahnya tentu bisa lebih banyak lagi. DBD dan TBC tetap menjadi beban penyakit menular utama kita,” kata Bambang yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro ini.

Urgensi Integrasi Data
​Melihat kondisi tersebut, Bambang menekankan agar Dinas Kesehatan tidak hanya fokus pada tindakan kuratif, tetapi juga pada sistem pendataan yang solid.

Ia mendesak agar data di seluruh klinik, puskesmas, hingga rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, terintegrasi secara real-time.

​Menurutnya, keberhasilan penanganan kesehatan di Bojonegoro dapat diukur dari sejauh mana kasus-kasus tersebut dapat ditekan dan disembuhkan tanpa menimbulkan korban jiwa.

​”Semakin minim penyakit menular berarti kinerja Dinkes berhasil, apalagi jika tidak sampai menimbulkan kematian,” tuturnya.

Langkah Antisipasi
​Memasuki tahun 2026, politisi senior ini meyakini jajaran kesehatan telah berupaya memutus mata rantai penularan melalui berbagai program, mulai dari edukasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) hingga pembagian bubuk abate.

​Namun, ia tetap mengingatkan agar intensitas kerja di lapangan tidak kendur guna memastikan kedua penyakit tersebut tidak meluas.

​”Dinkes perlu kerja keras untuk mencegah sekaligus mengantisipasi agar penyakit tidak menjalar,” pungkasnya.(dian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Hotline ‘Lapor Cak Eri’ Dibanjiri Ratusan Aduan, dari Jalan Berlubang hingga Curhat Rumah Tangga

Hotline “Lapor Cak Eri” dibanjiri ratusan aduan warga Surabaya, mulai jalan berlubang hingga curhat rumah tangga. ...
KRONIK

PDIP Jatim Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Komunikasi Politik Digital

PDI Perjuangan Jatim dorong anak muda aktif membangun komunikasi politik digital dan citra partai di media sosial. ...
KABAR CABANG

PDIP Lamongan Siap Tuntaskan Kepengurusan di Tingkat Dusun dan RW

PDIP Lamongan menargetkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat ranting dan anak ranting di 1.400 dusun. LAMONGAN ...
HEADLINE

PDIP Jatim Pastikan Anak Muda Terlibat Langsung dalam Pengambilan Keputusan Partai

PDIP Jatim membuka ruang besar bagi generasi muda agar terlibat langsung dalam pengambilan keputusan partai. ...
KRONIK

Bupati Bangkalan Luncurkan Program Subsidi Nol Persen untuk UMKM

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan meluncurkan program subsidi bunga nol persen bagi pelaku Usaha ...
KABAR CABANG

Ketika Tari Jaka Mada Menjadi Ruh Pelantikan PAC dan KSB Ranting PDIP Lamongan

Tari Jaka Mada memukau pelantikan PAC dan KSB Ranting PDIP Lamongan dengan pesan kepemimpinan, budaya, dan semangat ...