SURABAYA – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan santunan dan buka puasa bersama anak yatim yang digelar keluarga Budi Leksono di Surabaya, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun sarat makna ini dihadiri keluarga besar H. Budi Leksono, anggota DPRD Kota Surabaya, tokoh masyarakat, serta puluhan anak yatim yang mengikuti acara dengan penuh antusias.
Agenda tersebut digelar dalam rangka memperingati 27 Ramadan 1447 Hijriah, sebagai bentuk kepedulian sosial keluarga besar Budi Leksono kepada anak-anak yatim, khususnya di momentum bulan suci Ramadan.
Dalam suasana yang akrab, para peserta duduk bersama tanpa sekat di panggung sederhana. Anak-anak yatim tampak didampingi panitia dan tokoh agama setempat.
Selain pemberian santunan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama untuk kebaikan dan masa depan anak-anak.
Budi Leksono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diharapkan terus berlanjut setiap tahun. “Kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan, sekaligus memberikan semangat kepada anak-anak agar terus berjuang meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Buleks itu juga menyampaikan harapan sederhana namun bermakna, yakni agar jumlah penerima santunan dapat semakin berkurang dari tahun ke tahun. Hal tersebut dipandang sebagai indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
“Kalau jumlahnya semakin sedikit, artinya kesejahteraan masyarakat meningkat. Itu yang kita harapkan bersama,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah penerima santunan yang sebelumnya pernah mencapai sekitar 600 orang, kini tercatat sekitar 150 anak yatim, dengan lebih dari 300 masyarakat turut hadir. Jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah karena sebagian penerima datang secara bertahap.
Kegiatan santunan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga bagian dari upaya memantau kondisi sosial masyarakat. Penyelenggara mengaku memiliki data yang cukup detail terkait kondisi anak-anak di wilayahnya, termasuk memastikan tidak ada yang putus sekolah melalui program bantuan seperti Program Indonesia Pintar (PIP).
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi harapan. Beberapa penerima manfaat bahkan disebut telah mampu meningkatkan taraf hidup hingga membuka usaha sendiri.
Di sisi lain, Budi Leksono juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang musim mudik Lebaran, terutama terkait keamanan rumah yang ditinggalkan. “Menjelang Lebaran biasanya masyarakat mulai mudik. Ini perlu diantisipasi bersama agar lingkungan tetap aman,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kehati-hatian selama perjalanan mudik. Terkait kondisi ekonomi, ia menyebut harga kebutuhan pokok relatif stabil.
Pihaknya bahkan turun langsung ke pasar untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga. “Selisih harga kecil masih wajar karena distribusi. Yang penting stok aman dan masyarakat tidak kesulitan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi refleksi bersama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kepedulian sosial.
Acara ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung khidmat. Senyum kebahagiaan dari anak-anak penerima santunan menjadi gambaran bahwa kepedulian sederhana mampu menghadirkan makna yang besar. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










