Sabtu
19 September 2026 | 8 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diana Sasa Kunjungi Rumah Duka Bocah Ngawi yang Meninggal Tertimpa Pohon

IMG-20260311-WA0117_copy_640x432

NGAWI – Suasana haru menyelimuti kediaman pasangan Agus Triantoko (36) dan Supriyani (36) di Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Diana AV Sasa, hadir menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya putra semata wayang mereka, ARJ (10), yang tewas tertimpa pohon tumbang pada Minggu (8/3/2026).

Tragedi itu terjadi di jalur provinsi Ngawi-Maospati saat ARJ diajak orang tuanya membeli baju Lebaran. Nahas, angin kencang merobohkan pohon peneduh jalan yang langsung menimpa korban.

ARJ meninggal dunia, sementara kedua orang tuanya mengalami luka-luka. Saat dikunjungi Diana Sasa, kaki dan tangan Agus serta Supriyani masih terbalut perban.

Kepada Diana Sasa, Agus menceritakan detik-detik mencekam tersebut, termasuk sulitnya proses evakuasi yang ia rasakan.

“Waktu kejadian saya sempat kebingungan karena evakuasi lama sekali. Akhirnya saya hubungi teman relawan dan dilarikan ke Puskesmas menggunakan mobil pikap,” kenang Agus, Rabu (11/3/2026).

Agus pun berharap pemerintah lebih serius memantau pohon-pohon rapuh di sepanjang jalan provinsi agar tidak jatuh korban lagi. Apalagi, terungkap fakta bahwa korban meninggal akibat pohon tumbang ternyata tidak mendapatkan perlindungan asuransi dari Jasa Raharja.

Menanggapi hal itu, Diana Sasa menyorot alur bantuan yang dinilai terlalu birokratis untuk kasus darurat kemanusiaan. Menurutnya, pemerintah seharusnya bisa menggunakan skema Biaya Tak Terduga (BTT) karena peristiwa ini masuk kategori bencana.

“Kami melihat urusan kemanusiaan ini alurnya masih sangat birokratis. Untuk kejadian darurat seperti ini seharusnya bisa menggunakan BTT, karena ini termasuk kejadian bencana,” tegas Diana Sasa.

Legislator Jatim ini berjanji akan menelusuri mekanisme penggunaan anggaran tersebut di tingkat OPD, baik BPBD maupun Dinas Sosial, agar bantuan lebih mudah diakses masyarakat yang tertimpa musibah di jalan provinsi.

“Ke depan perlu ada regulasi atau satgas khusus agar kejadian ini tidak terulang. Selain itu, perlu evaluasi skema perlindungan kecelakaan. Mestinya perlindungan bagi pengguna jalan itu sama, termasuk jika disebabkan faktor alam seperti pohon tumbang,” pungkasnya. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Satu Pelukan, Satu Tuntutan: Warga Silo Meminta Yon TP Dibatalkan

JEMBER – Matahari mulai condong ke barat ketika seorang perempuan tua berhijab biru dan berbaju merah bermotif ...
EKSEKUTIF

Mangga Podang Lereng Wilis Raih Sertifikat IG, Pemkab Kediri Perkuat Peremajaan dan Kualitas

Pemkab Kediri memperkuat peremajaan dan edukasi petani untuk menjaga populasi serta kualitas mangga podang Lereng ...
KABAR CABANG

2 Bulan Sumur Warga Wonocolo Bojonegoro Mengering, Lasmiran Kirim Air Bersih

BOJONEGORO – Krisis air bersih melanda warga Desa Hargomulyo dan Wonocolo Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Kader PDI ...
LEGISLATIF

Darmadi Apresiasi Warung Kopi Perda, Buka Ruang Aspirasi Warga Lebih Dekat

MALANG – Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi mengapresiasi hadirnya Warung Kopi Perda sebagai ruang baru untuk ...
KRONIK

Konsolidasi Internal di Situbondo, Bahas Karhutla hingga Kekeringan

SITUBONDO – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang kerap terjadi di musim kemarau, ...
EKSEKUTIF

Lindungi Peternak Blitar, Rijanto Gandeng Pemkab Sumenep

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menggandeng Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk membuka peluang penguatan pasokan dan ...