MADIUN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun, Usman Ependi, menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah. Upaya tersebut dinilai perlu terus didorong melalui edukasi serta penguatan sistem pengolahan sampah berbasis lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Usman saat menggelar kegiatan reses di daerah pemilihannya yang dipusatkan di Pendopo Bp. Eko Wahyono, Jalan Wirabumi RT 003 RW 001, Kelurahan Winongo, Kota Madiun, Senin (9/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 warga yang antusias mengikuti dialog dan menyampaikan berbagai aspirasi.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi di lingkungan sekitar. Selain isu pendidikan dan infrastruktur permukiman, pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian utama masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Usman menilai pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran bersama di tingkat rumah tangga. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, sampah tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan tetapi juga dapat memberikan nilai manfaat bagi masyarakat.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran bersama. Jika dikelola dengan baik, selain menjaga kebersihan lingkungan, sampah juga bisa memiliki nilai manfaat bagi masyarakat,” ujar Usman, dikutip Selasa (10/3/2026).

Selain persoalan sampah, warga juga menyampaikan aspirasi terkait peningkatan kualitas pendidikan serta dukungan fasilitas belajar bagi anak-anak di lingkungan mereka.
Aspirasi lain yang muncul berkaitan dengan perbaikan infrastruktur lingkungan, termasuk kondisi jalan permukiman di beberapa titik yang memerlukan peningkatan kualitas serta penataan drainase untuk mengantisipasi genangan saat musim hujan.
Usman menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tugas anggota legislatif untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.
“Aspirasi yang disampaikan warga akan kami catat dan perjuangkan dalam pembahasan program pembangunan di DPRD,” katanya.
Ia menambahkan seluruh masukan dari masyarakat tersebut akan dirangkum sebagai bahan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang nantinya diperjuangkan dalam program pembangunan Kota Madiun.
Kegiatan reses ini juga menjadi momentum mempererat komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat agar kebijakan pembangunan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga. (ahm/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










