BLITAR — Semangat kebangkitan sepak bola muda bergema di Stadion Soepriadi, Kota Blitar, saat DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar Open Selection Banteng Jatim FC U-17 bagi pemain kelahiran 2009–2010, Sabtu (7/3/2026) malam.
Seleksi tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju Soekarno Cup 2026, turnamen sepak bola usia muda antarprovinsi yang rencananya digelar di Surabaya pada Juli mendatang.
Ratusan pemain muda dari berbagai daerah seperti Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan hingga Ngawi memadati stadion kebanggaan Kota Blitar itu. Mereka datang dengan satu tujuan: menunjukkan kemampuan terbaik demi meraih tempat di skuad Banteng Jatim FC U-17.
Baca juga: 240 Peserta Ikuti Open Selection Banteng Jatim FC di Blitar Menuju Soekarno Cup 2026
Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penjaringan pemain yang dilakukan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di lima wilayah. Sebelumnya seleksi telah digelar di Banyuwangi, dan setelah Blitar agenda serupa akan dilaksanakan di Malang, Surabaya, serta Bangkalan.

Para pemain yang lolos seleksi akan dipersiapkan memperkuat Banteng Jatim FC U-17 dalam ajang Soekarno Cup 2026, turnamen yang akan mempertemukan tim dari 16 provinsi di Indonesia dengan total hadiah ratusan juta rupiah.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Yudi Meira, menyampaikan apresiasinya karena Kota Blitar dipercaya menjadi tuan rumah seleksi untuk wilayah selatan Jawa Timur.
“Ini menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar bagi adik-adik di Blitar Raya untuk menunjukkan kemampuan mereka dan bergabung dengan Banteng Jatim FC,” ujar Yudi.
Menurutnya, kehadiran seleksi ini membuka ruang bagi talenta muda daerah untuk meniti jalan menuju kompetisi sepak bola yang lebih profesional. “Kami ingin memberi kesempatan kepada generasi muda Blitar Raya agar bisa tampil di panggung nasional melalui Soekarno Cup 2026,” katanya.
Yudi yang juga menjabat sebagai Ketua PSSI Kota Blitar menilai potensi sepak bola di daerahnya sangat besar. Dengan pembinaan yang terarah dan berjenjang, ia optimistis dari Blitar Raya akan lahir pemain-pemain berbakat yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

“Potensi sepak bola di Blitar luar biasa. Tinggal bagaimana kita memfasilitasi dan membina dengan baik. Harapannya pada 2026 nanti ada pemain dari Blitar Raya yang bisa memperkuat Banteng Jatim FC U-17,” ujarnya.
Pengembangan sepak bola usia dini di Kota Blitar sendiri terus digalakkan melalui pembinaan kelompok umur mulai dari U-10, U-12, U-13 hingga U-15 sebagai fondasi pembangunan sepak bola daerah.
Menurut Yudi, olahraga—khususnya sepak bola—tidak hanya soal prestasi, tetapi juga menjadi sarana positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan membangun karakter.
“Kita ingin anak-anak muda menyalurkan energinya ke kegiatan positif seperti sepak bola. Selain melahirkan atlet, ini juga membantu menghindarkan mereka dari kenakalan remaja,” katanya.
Seleksi Banteng Jatim FC U-17 di Stadion Soepriadi pun menjadi momentum penting bagi kebangkitan sepak bola di Blitar Raya sekaligus membuka peluang lahirnya talenta-talenta muda yang mampu bersaing di panggung nasional. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












