Rabu
22 Juli 2026 | 2 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Irawan Apresiasi Wirawiri Purabaya–Kenpark Kembali Lewat Tol, Pangkas Waktu Tempuh hingga 50 Menit

pdip jatim 260223 wirawiri

SURABAYA — Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Eri Irawan mengapresiasi keputusan Pemerintah Kota Surabaya mengembalikan rute transportasi umum Wirawiri Purabaya–Kenpark melalui jalur tol mulai 23 Februari 2026.

Kebijakan tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu perjalanan dan sangat membantu mobilitas pekerja maupun pelajar.

Sebelumnya, sejak awal 2026 rute tersebut sempat tidak melintasi jalan tol serta mengalami perubahan layanan dari bus menjadi feeder Wirawiri FD12.

Menurut Eri, kembalinya rute melalui tol merupakan langkah responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang mengandalkan transportasi publik untuk aktivitas harian.

“Dengan kembali masuk tol, waktu tempuh bisa dipangkas signifikan, sekitar 50 menit. Ini tentu sangat membantu pekerja, pelajar, dan warga yang setiap hari bergantung pada konektivitas Kenjeran Park dan Purabaya,” ujar Eri Irawan, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, DPRD Surabaya sebelumnya telah meminta Dinas Perhubungan melakukan kajian efektivitas rute tanpa jalur tol. Hasil evaluasi tersebut kemudian mendorong pengaturan kembali alokasi anggaran agar layanan dapat kembali melintasi tol.

Selain mempercepat perjalanan, kebijakan ini juga dinilai mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama yang kerap macet pada jam sibuk.

“Efisiensi waktu sangat krusial karena berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai keputusan tersebut menunjukkan adanya perhatian Pemkot Surabaya terhadap aspirasi pengguna transportasi umum sekaligus upaya meningkatkan kualitas layanan publik di sektor transportasi.

Meski demikian, ia memberikan sejumlah catatan, terutama terkait konsistensi jadwal dan frekuensi layanan agar manfaat pemangkasan waktu tempuh benar-benar dirasakan masyarakat.

“Percuma waktu tempuh lebih cepat jika headway antar-armada masih lama atau tidak menentu. Evaluasi berkala dan transparansi informasi kepada publik menjadi kunci,” tegas Eri.

Ke depan, dia juga mendorong evaluasi penggunaan armada feeder pada rute dengan volume penumpang tinggi. Jika diperlukan, layanan dapat kembali menggunakan bus berkapasitas lebih besar untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi operasional.

“Bus berukuran sedang lebih rasional dari sisi kapasitas dan kenyamanan. Ini juga bisa menekan penumpukan penumpang serta mengurangi kendaraan di jalan,” ujarnya.

Eri berharap penguatan layanan transportasi publik terus dilakukan agar transportasi umum menjadi arus utama mobilitas warga Surabaya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...