JEMBER — Sebanyak 173 jabatan kepala sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di Kabupaten Jember saat ini masih kosong dan diisi pelaksana tugas (Plt).
DPRD Jember meminta Dinas Pendidikan segera melakukan pengisian jabatan definitif agar tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
Anggota Komisi D DPRD Jember, Wahyu Prayudi Nugroho atau Nuki, menegaskan kekosongan posisi kepala sekolah berpotensi menghambat jalannya program pendidikan jika dibiarkan terlalu lama.
“Jangan sampai kekosongan ini mengganggu proses belajar mengajar dan menghambat kemajuan program sekolah. SDM untuk mengisi jabatan itu sebenarnya sudah ada,” ujar Nuki dalam rapat dengar pendapat (RDP), Senin (23/2/2026).
Data yang disampaikan menunjukkan jabatan kepala sekolah yang masih diisi Plt meliputi 2 TK, 137 SD, dan 11 SMP di Kabupaten Jember.
Menurutnya, Dinas Pendidikan perlu segera melakukan pengisian jabatan atau mendefinitifkan Plt kepala sekolah yang telah memenuhi syarat sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Selain itu, DPRD juga meminta evaluasi terhadap 23 sekolah yang masa jabatan kepala sekolahnya telah berlangsung lebih dari 16 tahun. Penyegaran kepemimpinan dinilai penting untuk mendorong inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan.
“Perlu ada evaluasi karena sekolah juga membutuhkan penyegaran program,” tambah politisi PDI Perjuangan ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, menyatakan pihaknya memiliki semangat yang sama untuk segera menempatkan SDM baru pada jabatan kepala sekolah yang kosong.
Ia menjelaskan, keterlambatan pengisian jabatan ini muncul selama tahapan Pilkada lalu, di mana pemerintah daerah tidak diperkenankan melakukan rotasi maupun penggantian jabatan.
“Proses ini tertunda karena selama pilkada tidak boleh ada pergantian jabatan. Setelah tahapan selesai, tentu akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.
DPRD berharap pengisian jabatan kepala sekolah dapat segera direalisasikan agar stabilitas manajemen sekolah terjaga dan kegiatan belajar mengajar berjalan optimal. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










