Senin
27 Juli 2026 | 5 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi Tegaskan Dana Rp5 Juta per RW Bukan untuk Seremoni, Tapi Latih Kemandirian Gen Z

pdip-jatim-251227-ec

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan program alokasi dana Rp5 juta per bulan untuk setiap Rukun Warga (RW) bukan ditujukan untuk kegiatan seremonial, melainkan sebagai sarana melatih kemandirian, pola pikir strategis, dan jiwa kewirausahaan generasi muda di tingkat kampung.

Program yang mulai berjalan sejak Januari 2026 ini menyasar pemuda kreatif Generasi Z (Gen Z) melalui Karang Taruna di setiap RW agar mampu merancang kegiatan produktif yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan.

Eri menekankan, dana tersebut tidak akan dicairkan apabila hanya digunakan untuk kegiatan simbolis tanpa dampak jelas bagi masyarakat.

“Kalau kegiatannya hanya seremonial dan tidak ada manfaatnya, tidak akan kita kasih. Dana ini untuk kegiatan yang benar-benar berdampak bagi Karang Taruna dan anak muda di kampung,” tegas Eri Cahyadi di Surabaya, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, setiap Karang Taruna wajib menyusun proposal program yang berorientasi pada manfaat jangka panjang. Proposal tersebut kemudian diseleksi di tingkat kecamatan bersama usulan RW lain untuk memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan, kebijakan ini dirancang bukan sekadar menyalurkan bantuan keuangan, tetapi membentuk kebiasaan berpikir terencana dan bertanggung jawab di kalangan pemuda.

“Saya ingin Gen Z punya visi dan rencana. Jangan sampai diberi uang lalu habis tanpa manfaat. Ini latihan agar mereka terbiasa menyusun program dan ke depan bisa menjadi wiraswasta,” ujarnya.

Melalui proses penyusunan proposal, pemuda kampung diharapkan belajar merancang kegiatan ekonomi maupun sosial secara mandiri, sekaligus memahami pengelolaan anggaran secara bertanggung jawab.

Pemkot Surabaya juga memberikan fleksibilitas pencairan dana. Jika anggaran pada satu bulan belum digunakan, maka dapat digabungkan dengan bulan berikutnya untuk mendukung program yang lebih matang.

“Kalau Januari belum diambil, bisa digabung Februari. Jadi programnya tidak tergesa-gesa, tapi benar-benar direncanakan dengan baik,” jelas Eri.

Selain dukungan anggaran, pemerintah kota juga menyiapkan pendampingan agar kegiatan yang dijalankan dapat berkembang menjadi program produktif berkelanjutan.

Eri berharap kebijakan ini mampu membangun kultur kewirausahaan di tingkat kampung, sekaligus menjadikan generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi dan sosial di lingkungan masing-masing.

“Belajar menata kegiatan yang bermanfaat untuk kampung. Kita ingin anak muda terbiasa mandiri dan punya arah,” pungkasnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Kudatuli Jadi Ruang Pembelajaran Sejarah, PDIP Blitar Bekali Kader Muda dengan Fondasi Ideologi

BLITAR – Peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli dimanfaatkan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar sebagai ruang ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Kediri Jadikan Kudatuli Momentum Menjaga Hak Rakyat dan Demokrasi

KEDIRI – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, menegaskan peringatan 30 tahun peristiwa ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Madiun Targetkan Musran Rampung Awal Agustus, Percepat Konsolidasi hingga Desa

MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun menargetkan seluruh pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) rampung ...
KABAR CABANG

Tak Lupa Kudatuli, Kader-Kader DPC Kota Pasuruan Nobar Film Dokumenter dan Sarasehan

KOTA PASURUAN – Tiga dekade berlalu sejak peristiwa Kuda Tuli (Kerusuhan 27 Juli 1996), ingatan akan momen kelam ...
KABAR CABANG

Jejak Luka yang Tak Selesai di Rumah Banteng Jember

JEMBER – Sisa hujan masih menetes dari ujung tenda ketika para kader Partai mulai memenuhi halaman Kantor DPC PDI ...
KABAR CABANG

Kudatuli dan Kompas Sejarah bagi Generasi Penerus

MADIUN – Tiga puluh tahun telah berlalu. Waktu bergerak, pemerintahan berganti, dan wajah politik Indonesia ...