TRENGGALEK – Upaya memperluas akses pendidikan berbasis digital di Kabupaten Trenggalek mendapat dorongan signifikan dari anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, melalui pembangunan sembilan tower Telkomsel di kawasan blank spot.
Kehadiran infrastruktur telekomunikasi ini diharapkan mampu menjawab kendala keterbatasan jaringan internet yang selama ini menghambat layanan pendidikan dan pelayanan publik.
Dalam kunjungan kerjanya di Trenggalek, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI tersebut secara simbolis menyerahkan bantuan sembilan tower di Balai Desa Siki, Kecamatan Dongko, Kamis (12/2/2026).
Kecamatan Dongko sendiri mendapat tiga titik sinyal baru yang langsung disambut antusias masyarakat, mengingat wilayah tersebut selama ini mengalami keterbatasan komunikasi digital.
Novita menegaskan, pembangunan jaringan ini bukan sekadar peningkatan layanan telekomunikasi, tetapi investasi jangka panjang untuk menunjang pendidikan anak-anak di daerah.
Menurutnya, akses internet kini menjadi kebutuhan dasar dalam proses belajar, administrasi sekolah, hingga pengembangan literasi digital.

“Hari ini penyerahan bantuan sembilan tower di Kabupaten Trenggalek. Di Kecamatan Dongko ada tiga titik sinyal baru yang dibangun bersama Telkomsel. Harapannya, ini memberi manfaat besar bagi anak sekolah, UMKM, dan layanan desa yang kini sangat bergantung pada internet,” ujar Novita, dikutip Jumat (13/2/2026).
Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek tersebut menilai keterbatasan jaringan selama ini berdampak langsung pada kualitas pelayanan dan pendidikan.
Ia mencontohkan pengalaman saat mendapati warga harus menunggu lama hanya untuk mengakses layanan administrasi akibat lemahnya koneksi internet.
“Saya pernah keliling desa, ada warga antre hampir satu jam untuk mencetak KTP karena jaringan tidak ada. Kondisi seperti ini tentu juga memengaruhi kegiatan belajar dan pelayanan lainnya. Semoga tower ini mempercepat semuanya,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, Novita memilih bermitra dengan Telkomsel sebagai bagian dari penguatan peran BUMN di sektor telekomunikasi.
Ia menekankan pentingnya mendorong perusahaan nasional agar menjadi tulang punggung pemerataan infrastruktur digital.

“Telkomsel adalah BUMN yang harus kita dorong untuk berkarya dan berjaya di rumah sendiri. Ini bagian dari komitmen memperkuat layanan publik sekaligus pemerataan akses,” tegasnya.
Novita juga memastikan perjuangan pengentasan blank spot belum berhenti. Ia berkomitmen terus mengusulkan pembangunan jaringan di wilayah lain yang masih mengalami keterbatasan sinyal, persoalan yang menurutnya sudah menjadi perhatian sejak awal masa kampanye dan kini mulai terealisasi melalui perannya di Komisi VII DPR RI.
Sementara itu, Branch Manager Telkomsel wilayah Madiun dan Trenggalek menjelaskan bahwa sembilan tower baru tersebut merupakan tambahan untuk memperkuat jaringan di titik-titik yang sebelumnya belum terjangkau atau memiliki kualitas sinyal rendah.
“Dengan tambahan ini, total tower Telkomsel di Trenggalek menjadi 146 titik. Mudah-mudahan bisa memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan hadirnya infrastruktur digital tersebut, masyarakat berharap akses pendidikan, layanan administrasi, dan aktivitas ekonomi desa dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memperkecil kesenjangan digital di wilayah Trenggalek. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










