Sabtu
26 September 2026 | 9 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hosnan PDIP Kritik Wacana Pilkada Lewat DPRD, Nilai Tak Sejalan dengan Demokrasi

PDIP-Jatim-Hosnan-21012026

SUMENEP – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan, menilai wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD sebagai langkah mundur dalam praktik demokrasi. Ia menegaskan, mekanisme tersebut berpotensi menggerus kedaulatan rakyat.

Hal itu disampaikan Hosnan saat Diskusi Publik bertajuk “Pilkada Lewat DPRD: Solusi atau Kemunduran Demokrasi” yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep, di Hall Hotel Kaberaz, Rabu (21/1/2026).

“Pilkada tidak langsung, bagi saya merupakan bentuk nyata dari kemunduran demokrasi,” ujar Hosnan di hadapan peserta diskusi.

Menurutnya, pilkada langsung merupakan instrumen penting untuk memastikan hak rakyat tetap terjaga. Jika pemilihan dikembalikan ke DPRD, tambah dia, ruang partisipasi publik dinilai akan menyempit.

“Pilkada langsung adalah cara menjaga kedaulatan rakyat agar tetap utuh. Ketika mekanismenya dialihkan ke DPRD, hak rakyat berpotensi tereduksi,” jelasnya.

Wakabid DPC PDI Perjuangan Sumenep itu menegaskan bahwa sikap PDI Perjuangan  konsisten membela kepentingan rakyat kecil. Prinsip itu, kata dia, menjadi alasan partainya menolak wacana Pilkada tidak langsung.

“Pertimbangan kami jelas, menjaga kedaulatan rakyat. Sejak awal PDI Perjuangan memang berdiri sebagai partai wong cilik,” katanya.

Ia juga menyinggung dinamika sosial yang kerap mengiringi pelaksanaan pilkada. Menurutnya, perbedaan pandangan dan gesekan di masyarakat merupakan konsekuensi wajar dari demokrasi yang sehat.

“Dinamika saat Pilkada itu hal biasa. Justru itu tanda masyarakat mulai cerdas menilai dan menimbang figur yang layak dipilih,” terangnya.

Karena itu, Hosnan mempertanyakan urgensi mengembalikan pilkada ke sistem tidak langsung, di tengah meningkatnya kesadaran politik masyarakat.

“Ketika masyarakat sudah semakin cerdas, apakah pantas hak mereka justru ditarik kembali untuk menentukan pemimpinnya sendiri?” tandasnya.

Diskusi publik tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan partai politik, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, hingga kalangan mahasiswa. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Amithya Desak Korban Kekerasan di Sekolah Dapat Trauma Healing dan Pendampingan Intensif

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ajak Santri Warisi Semangat Resolusi Jihad dan Terapkan dalam Kehidupan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menitipkan pesan kepada para santri agar terus mewarisi semangat ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus ...
KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...
KRONIK

Geger Benda Purbakala Hilang, DPRD Sebut Jember Darurat Cagar Budaya

JEMBER – Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember. Ketua Komisi B DPRD ...
LEGISLATIF

Komisi III DPRD Ngawi Pantau Pembangunan Pasar Beran

NGAWI – Pembangunan Pasar Beran di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendapat perhatian dari Komisi III ...