Rabu
12 Agustus 2026 | 2 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hosnan PDIP Kritik Wacana Pilkada Lewat DPRD, Nilai Tak Sejalan dengan Demokrasi

PDIP-Jatim-Hosnan-21012026

SUMENEP – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan, menilai wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD sebagai langkah mundur dalam praktik demokrasi. Ia menegaskan, mekanisme tersebut berpotensi menggerus kedaulatan rakyat.

Hal itu disampaikan Hosnan saat Diskusi Publik bertajuk “Pilkada Lewat DPRD: Solusi atau Kemunduran Demokrasi” yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep, di Hall Hotel Kaberaz, Rabu (21/1/2026).

“Pilkada tidak langsung, bagi saya merupakan bentuk nyata dari kemunduran demokrasi,” ujar Hosnan di hadapan peserta diskusi.

Menurutnya, pilkada langsung merupakan instrumen penting untuk memastikan hak rakyat tetap terjaga. Jika pemilihan dikembalikan ke DPRD, tambah dia, ruang partisipasi publik dinilai akan menyempit.

“Pilkada langsung adalah cara menjaga kedaulatan rakyat agar tetap utuh. Ketika mekanismenya dialihkan ke DPRD, hak rakyat berpotensi tereduksi,” jelasnya.

Wakabid DPC PDI Perjuangan Sumenep itu menegaskan bahwa sikap PDI Perjuangan  konsisten membela kepentingan rakyat kecil. Prinsip itu, kata dia, menjadi alasan partainya menolak wacana Pilkada tidak langsung.

“Pertimbangan kami jelas, menjaga kedaulatan rakyat. Sejak awal PDI Perjuangan memang berdiri sebagai partai wong cilik,” katanya.

Ia juga menyinggung dinamika sosial yang kerap mengiringi pelaksanaan pilkada. Menurutnya, perbedaan pandangan dan gesekan di masyarakat merupakan konsekuensi wajar dari demokrasi yang sehat.

“Dinamika saat Pilkada itu hal biasa. Justru itu tanda masyarakat mulai cerdas menilai dan menimbang figur yang layak dipilih,” terangnya.

Karena itu, Hosnan mempertanyakan urgensi mengembalikan pilkada ke sistem tidak langsung, di tengah meningkatnya kesadaran politik masyarakat.

“Ketika masyarakat sudah semakin cerdas, apakah pantas hak mereka justru ditarik kembali untuk menentukan pemimpinnya sendiri?” tandasnya.

Diskusi publik tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan partai politik, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, hingga kalangan mahasiswa. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banteng DKI Jakarta Vs Jateng Skor 1:0, Talenta Muda Bermunculan

GRESIK – Banteng DKI Jakarta berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Banteng Jateng FC dalam lanjutan kompetisi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Bullying Tak Boleh Dibiarkan, Masa Depan Kediri di Tangan Anak Muda

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bullying dan pergaulan bebas harus dicegah di kalangan pelajar. ...
KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...