Kamis
14 Mei 2026 | 11 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Siapkan 6 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat di Tambak Wedi

pdip-jatim-251227-ec

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memastikan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) telah dimulai di kawasan Tambak Wedi. Wali Kota Eri Cahyadi, mengatakan Pemkot Surabaya telah menyiapkan lahan seluas 6 hektare untuk mendukung program tersebut.

Program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengenyam pendidikan yang layak.

“Alhamdulillah sudah, jadi sudah dikerjakan Sekolah Rakyat, ada di Tambak Wedi. Kita sudah sediakan 6 hektare, yaitu 4 hektare dan 2 hektare,” ujar Eri Cahyadi, Senin (19/1/2026).

Dia menjelaskan, lahan yang disiapkan merupakan tanah milik Pemerintah Kota Surabaya. Meski terpisah di dua bidang, kedua lokasi tersebut nantinya akan dihubungkan dengan jembatan untuk memudahkan akses antarbangunan.

“Tanah Pemkot, karena Sekolah Rakyat itu pemerintah daerah diminta menyiapkan tanah, dan kita siapkan tanah 6 hektare memang tapi terpecah, tidak ada yang satu tempat, berseberangan nanti digunakan jembatan untuk menghubung antara dua bangunan ini,” jelasnya.

Menurut Eri, saat ini pembangunan fisik sekolah sudah dikerjakan oleh kementerian terkait. Dia berharap sebagian fasilitas Sekolah Rakyat sudah dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026, meskipun belum seluruhnya rampung.

“Sekarang sudah dikerjakan oleh kementerian, insya Allah di tahun 2026 ini, meskipun belum full semuanya, insya Allah akan digunakan di tahun ajaran baru,” terang politisi PDI Perjuangan tersebut.

Terkait penerimaan siswa, Eri menjelaskan bahwa tidak ada proses seleksi atau tes masuk. Peserta didik akan ditentukan berdasarkan data warga tidak mampu yang telah masuk dalam basis data pemerintah.

“Tidak ada seleksi kalau untuk Sekolah Rakyat, tapi itu sesuai dengan database. Yang memang dia itu orang yang tidak mampu, maka secara otomatis akan masuk sesuai dengan kuota yang ada. Kalau kuota 100 misalnya, mungkin seratus saja yang masuk,” ujarnya.

Namun Eri menegaskan bahwa Sekolah Rakyat nantinya dikhususkan untuk warga yang tidak mampu, dan nantinya proses verifikasi data akan diperketat agar Sekolah Rakyat dapat tepat sasaran.

“Tidak ada tes-tesan, tapi semuanya masuk sesuai kuota. Yang kaya jangan mengambil jatahnya yang tidak punya,” pungkas Eri Cahyadi. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Kembalikan Citra Kota Malang sebagai Kota Bunga, Eko Herdiyanto Dorong Penguatan Ruang Hijau di Perbatasan

Eko Herdiyanto mendorong penguatan ruang hijau di perbatasan demi mengembalikan citra Kota Malang sebagai Kota ...
KABAR CABANG

Ditinggal Berjualan, Dapur Mbah Rupini Terbakar, PAC Paron Salurkan Bantuan

  NGAWI – Sebuah bangunan dapur milik Rupini, warga Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, terbakar pada ...
KRONIK

Grisa Job Fair, Pemkab Ngawi Sinergikan Bidang Pendidikan dengan Industri

NGAWI – Halaman SMK PGRI 1 Ngawi dipadati pencari kerja dalam gelaran Grisa Job Fair 2026, Rabu (13/5/2026). Tidak ...
KABAR CABANG

Suratun Nasikhah Minta Minimal Satu Kader Muda Masuk Calon Pengurus Ranting PDIP

Suratun Nasikhah meminta minimal satu kader muda masuk komposisi calon pengurus ranting PDIP di tingkat desa. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Sebut Penanganan Stunting di Surabaya Berhasil karena Gotong Royong

Eri Cahyadi menyebut keberhasilan penanganan stunting di Surabaya lahir dari gotong royong dan kolaborasi berbagai ...
KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...