Kamis
02 Juli 2026 | 3 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Siapkan 6 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat di Tambak Wedi

pdip-jatim-251227-ec

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memastikan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) telah dimulai di kawasan Tambak Wedi. Wali Kota Eri Cahyadi, mengatakan Pemkot Surabaya telah menyiapkan lahan seluas 6 hektare untuk mendukung program tersebut.

Program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengenyam pendidikan yang layak.

“Alhamdulillah sudah, jadi sudah dikerjakan Sekolah Rakyat, ada di Tambak Wedi. Kita sudah sediakan 6 hektare, yaitu 4 hektare dan 2 hektare,” ujar Eri Cahyadi, Senin (19/1/2026).

Dia menjelaskan, lahan yang disiapkan merupakan tanah milik Pemerintah Kota Surabaya. Meski terpisah di dua bidang, kedua lokasi tersebut nantinya akan dihubungkan dengan jembatan untuk memudahkan akses antarbangunan.

“Tanah Pemkot, karena Sekolah Rakyat itu pemerintah daerah diminta menyiapkan tanah, dan kita siapkan tanah 6 hektare memang tapi terpecah, tidak ada yang satu tempat, berseberangan nanti digunakan jembatan untuk menghubung antara dua bangunan ini,” jelasnya.

Menurut Eri, saat ini pembangunan fisik sekolah sudah dikerjakan oleh kementerian terkait. Dia berharap sebagian fasilitas Sekolah Rakyat sudah dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026, meskipun belum seluruhnya rampung.

“Sekarang sudah dikerjakan oleh kementerian, insya Allah di tahun 2026 ini, meskipun belum full semuanya, insya Allah akan digunakan di tahun ajaran baru,” terang politisi PDI Perjuangan tersebut.

Terkait penerimaan siswa, Eri menjelaskan bahwa tidak ada proses seleksi atau tes masuk. Peserta didik akan ditentukan berdasarkan data warga tidak mampu yang telah masuk dalam basis data pemerintah.

“Tidak ada seleksi kalau untuk Sekolah Rakyat, tapi itu sesuai dengan database. Yang memang dia itu orang yang tidak mampu, maka secara otomatis akan masuk sesuai dengan kuota yang ada. Kalau kuota 100 misalnya, mungkin seratus saja yang masuk,” ujarnya.

Namun Eri menegaskan bahwa Sekolah Rakyat nantinya dikhususkan untuk warga yang tidak mampu, dan nantinya proses verifikasi data akan diperketat agar Sekolah Rakyat dapat tepat sasaran.

“Tidak ada tes-tesan, tapi semuanya masuk sesuai kuota. Yang kaya jangan mengambil jatahnya yang tidak punya,” pungkas Eri Cahyadi. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Insentif Guru Non ASN di Lumajang Diproses

LUMAJANG – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman menegaskan bahwa dana insentif bagi guru non-ASN di ...
KRONIK

Festival Jaranan Se-Indonesia Digelar di Trenggalek, Doding: Momentum Lestarikan Budaya dan Dongkrak Wisata

Trenggalek akan menggelar Festival Jaranan se-Indonesia pada Agustus 2026. Ketua DPRD Doding Rahmadi menyebut ...
LEGISLATIF

Jamin Kelancaran Ibadah Jemaat Kristiani, Parkir dan PKL CFD Alun-alun Sidoarjo di Sekitar Gereja Bakal Ditata Ulang

SIDOARJO – Area parkir dan PKL yang meluber di sekitar gereja pada acara car free day (CFD) di alun-alun Sidoarjo ...
KRONIK

Juru Bicara DPP PDI Perjuangan: Diskusi Warkop Bukti Bung Karno Bukan Bagian Kaum Elit

SURABAYA – Juru Bicara DPP PDI Perjuangan, Aryo Seno Bagaskoro, mengapresiasi langkah Taruna Merah Putih (TMP) ...
KRONIK

Ony Setiawan: Marhaenisme Tetap Relevan Hadapi Ketergantungan Ekonomi di Era Neoliberalisme

Anggota DPRD Jatim Ony Setiawan menilai Marhaenisme dan nilai Pancasila tetap relevan menghadapi tantangan ...
KRONIK

Pastikan Perlindungan Pekerja Rentan, Bupati Bangkalan Perluas Cakupan BPJS Ketenagakerjaan

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menaruh perhatian serius terhadap keselamatan kerja masyarakat, ...