Jumat
16 Oktober 2026 | 3 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Ipuk Raih Penghargaan Pembina K3 Terbaik dari Gubernur Jatim

PDIP-Jatim-Ipuk-Fiestiandani-0811025

BANYUWANGI – Atas komitmennya terhadap perlindungan keselamatan kerja, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dianugerahi penghargaan sebagai Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terbaik tingkat Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi Guntur Priambodo, yang mewakili Bupati Ipuk, pada Upacara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di Stadion Utama Petrokimia Gresik GOR Tridharma, Kabupaten Gresik, Rabu (14/1/2026).

“Penghargaan ini diberikan atas komitmen Pemkab Banyuwangi dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan, khususnya bagi para pekerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Selain penghargaan kepada kepala daerah, pada kesempatan tersebut Gubernur Jawa Timur juga menyerahkan penghargaan Zero Accident kepada 20 perusahaan di Kabupaten Banyuwangi yang berhasil menekan angka kecelakaan kerja dan menerapkan standar K3 secara konsisten.

Tak hanya itu, 4 perusahaan lainnya dari Kabupaten Banyuwangi juga menerima penghargaan atas keberhasilan mereka dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, serta penanggulangan tuberkulosis di tempat kerja.

Ipuk menyebut, capaian ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, dunia usaha dan para pekerja dalam membangun budaya kerja yang aman dan sehat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pembinaan K3 di Banyuwangi. Keselamatan dan kesehatan pekerja adalah fondasi utama dalam menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan dan berkeadilan,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian Kabupaten Banyuwangi, Abdul Latif, menambahkan, pihaknya secara aktif melakukan pendampingan dan pengawasan bersama pengawas ketenagakerjaan Provensi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Banyuwangi.

Pemkab Banyuwangi, kata dia, terus mendorong perusahaan agar tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga memastikan perlindungan maksimal bagi tenaga kerja.

“Penerapan K3 yang baik tidak hanya menekan angka kecelakaan kerja, tetapi juga berdampak positif pada produktivitas dan kesejahteraan pekerja di Banyuwangi,” ujar Latif. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Data Desil Bansos Bermasalah, Sri Untari Dorong Pemutakhiran Lebih Cepat

JAKARTA – Ketidakakuratan data kesejahteraan dan lambatnya pemutakhiran berisiko membuat bantuan sosial (bansos) ...
EKSEKUTIF

344 Koperasi Desa Merah Putih di Kediri Harus Kantongi SLF Sebelum Beroperasi

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan 344 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang telah disiapkan ...
KRONIK

Perhatikan Nasib Ibu Saena dan Delapan Anaknya, Hakim: Kami Bantu Fasilitasi Pendidikan Mereka

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan, Nur Hakim, memberikan perhatian terhadap kondisi ibu ...
KRONIK

Kukuhkan 66 Kepala Sekolah, Bupati Lukman Tekankan Integritas dan Mutu Pendidikan

BANGKALAN – Kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab besar ...
KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...
KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...