Kamis
14 Mei 2026 | 1 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

HUT ke-53 PDIP, Srikandi Banteng Jatim Harapkan Peran Kaum Perempuan Makin Kuat dan Meluas

pdip jatim 260111 cici 2
Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Susy Cecilia Agustina

JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran kader perempuan dalam perjuangan politik dan sosial.

Sejumlah Srikandi PDI Perjuangan di Jawa Timur menyampaikan harapan agar partai semakin terbuka, inklusif, dan konsisten memperjuangkan kesetaraan gender serta pemberdayaan perempuan hingga ke akar rumput.

Mereka sepakat bahwa HUT ke-53 PDI Perjuangan harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen partai dalam mendorong peran perempuan, membuka ruang partisipasi yang lebih luas, serta memastikan bahwa perjuangan politik PDI Perjuangan selalu berpihak pada keadilan sosial dan kesetaraan.

Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Susy Cecilia Agustina, menegaskan bahwa perempuan memiliki kemampuan yang setara dengan laki-laki dalam dunia politik dan pengabdian masyarakat. Menurutnya, PDI Perjuangan terus membuka ruang bagi kader perempuan untuk berkiprah secara aktif dan strategis.

“Kader perempuan PDI Perjuangan harus memiliki keberanian dan kapasitas yang sama dengan kader laki-laki dalam dunia politik. Perempuan juga mampu mengembangkan sektor-sektor ekonomi rakyat seperti UMKM, yang selama ini banyak digerakkan oleh perempuan,” ungkap Susy Cecilia Agustina di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).

Agatha Retnosari

Sebagai partai yang telah berdiri lama, jelasnya, PDI Perjuangan tetap membuka diri terhadap gagasan baru, termasuk dari generasi muda. Dia menilai keterbukaan tersebut menjadi kekuatan partai dalam menghadapi tantangan zaman.

“PDI Perjuangan adalah partai yang matang secara sejarah, tetapi tetap mau mendengarkan anak muda dan membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi baru. Kami tidak hanya memikirkan tokoh, tetapi juga menyiapkan kader muda yang melek politik, melek sosial, dan peduli pada masa depan bangsa,” katanya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Mbak Susy ini, arahan Ketua DPD dan seluruh struktur partai sudah sangat jelas, yakni mendorong kader perempuan dan generasi muda untuk berani tampil dan memperluas perspektif perjuangan politik yang berpihak kepada rakyat.

Ungkapan senada disampaikan Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Agatha Retnosari. Dia berharap pada usia ke-53 tahun ini, PDI Perjuangan semakin memberikan ruang dan perhatian kepada kader perempuan, khususnya di tingkat akar rumput.

“Saya berharap PDI Perjuangan semakin terbuka terhadap kader perempuan, terutama di tingkat basis. Partai perlu terus melatih kader hingga ke akar rumput agar memiliki pengetahuan yang luas dan mampu mendampingi rakyat secara langsung,” ujar Agatha.

Ery Purwanti

Menurutnya, kader perempuan yang memiliki kapasitas dan pemahaman yang baik akan lebih mampu menjembatani kebutuhan masyarakat, terutama kelompok perempuan dan keluarga.

“Dengan kepedulian yang nyata terhadap perempuan, saya yakin PDI Perjuangan ke depan akan semakin kuat dan dipercaya rakyat,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Ery Purwanti, menekankan pentingnya komitmen partai dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Dia berharap PDI Perjuangan terus menjadi rumah yang aman dan ramah bagi perempuan dalam politik.

“Sebagai kader perempuan, kami berharap PDI Perjuangan semakin konsisten memperjuangkan kesetaraan gender. Hak-hak perempuan harus terus diperjuangkan, dan PDI Perjuangan harus menjadi rumah yang aman bagi kaum perempuan, baik hari ini maupun di masa depan,” ujar Ery.

Ketua DPRD Kota Mojokerto ini menegaskan bahwa isu kesetaraan gender harus tetap menjadi prioritas dalam agenda perjuangan partai, tidak hanya dalam wacana, tetapi juga dalam kebijakan dan tindakan nyata.

Indi Naidha

Dari daerah tapal kuda, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember, Indi Naidha, menyoroti peran penting perempuan dalam isu-isu kemanusiaan dan perlindungan kelompok rentan. Dia mengatakan bahwa politik perempuan tidak boleh hanya dipahami sebatas keterwakilan, tetapi juga sebagai alat perjuangan sosial.

“Politik perempuan sering kali hanya dipandang sebagai pemenuhan kuota. Padahal, perempuan memiliki peran besar dalam memperjuangkan isu-isu kemanusiaan, termasuk perlindungan korban kekerasan dan kelompok rentan seperti perempuan dan pekerja migran,” ujar Indi.

Dia menjelaskan bahwa di Jember, kader perempuan PDI Perjuangan telah aktif melakukan advokasi dan pendampingan terhadap korban kekerasan.

Upaya tersebut mencakup dorongan agar korban mendapatkan perhatian psikologis serta perlindungan yang layak.

“Kami telah melakukan advokasi agar korban kekerasan mendapatkan pendampingan dan perhatian psikologis. Ini adalah bagian dari kerja politik perempuan yang nyata dan berpihak pada kemanusiaan,” katanya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...
KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...