JEMBER – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jember menyatakan sebagai partai oto-kritik dan tidak alergi usulan-usulan positif demi perjuangan mensejahterakan rakyat melalui jalur politik.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Edi Cahyo Purnomo (ECP) pada press conference Jumat (2/1/2026) di aula kantor DPC Jember didampingi Bendahara DPC Candra Ary Fianto dan tiga anggota fraksi PDI Perjuangan.
“Press conference hari ini selain kami menjalankan perintah DPP PDI Perjuangan, alasan lainnya adalah untuk menyampaikan informasi bahwa partai bukan hanya sebagai alat perebut kekuasaan. Lebih dari itu partai adalah alat perjuangan untuk mensejahterakan rakyat,” ujarnya di hadapan sejumlah awak media yang bertugas di Jember.
Dapat dilihat, lanjut ECP yang juga sering disapa Ipung, selama ini kegiatan yang dilakukan anggota fraksi PDIP adalah respresentasi dari persoalan-persoalan di masyarakat.
Mulai dari perlindungan terhadap lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) agar tidak dialih fungsikan, upaya perlindungan petani untuk mendapatkan jatah pupuk, pemberdayaan dan perlindungan UMKM, komitmen mengawal dan memastikan sekolah gratis hingga pengawalan dan perjuangan ribuan pegawai honorer pemkab yang nyaris dirumahkan.

“Alhamdulillah untuk pegawai honorer beberapa waktu lalu sudah diangkat menjadi tenaga P3K paruh waktu,” ucapnya.
Sementara di tempat sama, Candra Ary Fianto menegaskan, keterbukaan PDI Perjuangan terhadap input dari masyarakat bukan hanya kali ini saja. Terbukti beberapa waktu sebelumnya sudah diadakan focus group discussion (FGD) yang melibatkan akademisi, media, aktivis dan beberapa tokoh masyarakat di Jember.
Dan ruang terbuka kritik itu, katanya, masih ada sampai sekarang. Terkait laporan kinerja fraksi tanggapan masyarakat dapat dilakukan secara tertulis atau disampaikan langsung ke masing-masing anggota fraksi.
“Prinsipnya selama usulan untuk kebaikan dan kesejahteraan rakyat kami terima,” ujar dia.
Bahkan sambung Candra, dari sekian banyak persoalan di Jember fraksi sudah menginisiasi dan mendorong pembuatan beberapa perda. Di antaranya Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jember, Perda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan serta beberapa perda lain yang pro kerakyatan. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










