BLITAR – Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan yang digelar di Surabaya pada 20–21 Desember 2025 menjadi tonggak penting bagi konsolidasi internal partai di Kota Blitar. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembahasan organisasi hingga pelantikan pengurus, berlangsung lancar dan penuh suasana kebersamaan.
Dalam forum tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan secara resmi menetapkan susunan pimpinan DPC PDI Perjuangan Kota Blitar untuk periode 2025–2030. Yudi Meira dipercaya menjabat sebagai Ketua DPC, didampingi Sugeng Suprapto sebagai Sekretaris dan Sudarwati sebagai Bendahara.
Yudi Meira menyampaikan bahwa kepengurusan kali ini merupakan perpaduan antara kader lama dan wajah-wajah baru. Struktur organisasi DPC juga mengalami perampingan, di mana sebelumnya terdapat 19 bidang, kini jumlahnya dipangkas menjadi 15 bidang.
“Pemangkasan ini bukan sekadar efisiensi, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi kader muda yang memiliki prestasi dan semangat juang tinggi untuk ikut berperan aktif membangun PDI Perjuangan Kota Blitar ke arah yang lebih baik,” ujar Yudi saat ditemui tim media ini, Senin (22/12/2025).
Legislator DPRD Kota Blitar ini mengungkapkan adanya tugas khusus dari partai yang dibebankan kepada PDIP Kota Blitar. DPP menargetkan agar pada Pemilu 2030 mendatang, PDIP mampu mendongkrak perolehan suara sekaligus mengembalikan jumlah kursi legislatif yang sempat menurun.
Sebagaimana diketahui, pada Pileg 2024 lalu, perolehan kursi PDIP di DPRD Kota Blitar berkurang dari 10 menjadi 8 kursi. Sementara di tingkat DPR RI, jumlah kursi juga turun dari tiga menjadi dua.
Kondisi tersebut, termasuk kekalahan dalam kontestasi pilkada, menjadi bahan evaluasi serius. “Pada 2030 nanti, PDIP harus kembali menjadi partai pemenang,” tegasnya.

Menanggapi pertanyaan wartawan terkait posisinya sebagai Ketua DPC, di tengah dinamika jabatan Ketua DPRD yang kini tidak lagi dipegang oleh Syahrul Alim, Yudi menegaskan sikapnya sebagai petugas partai. “Saya selalu siap ditempatkan di mana pun sesuai penugasan partai,” katanya.
Adapun terkait kemungkinan perubahan formasi di DPRD, Yudi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan DPP.
Dia memastikan akan terus menjalin koordinasi dengan para sesepuh, pelopor, dan tokoh-tokoh PDIP sebagai bagian dari tradisi gotong royong di internal partai.
Untuk mengembalikan kepercayaan publik dan meningkatkan perolehan suara pada pemilu mendatang, Yudi pun memaparkan sejumlah strategi utama. Di antaranya menjaga soliditas partai, mendorong kader turun langsung ke tengah masyarakat, serta menghadirkan program-program yang benar-benar pro rakyat.
“PDIP adalah partainya wong cilik. Itu identitas yang harus terus kita jaga,” tandasnya.
Adapun ke depan, lanjut dia salah satu prioritas kepemimpinannya adalah merangkul generasi Z dan kalangan muda.
Upaya tersebut akan dilakukan dengan mengenalkan nilai-nilai ideologi Bung Karno secara kontekstual dan relevan dengan tantangan zaman, agar PDIP tetap menjadi rumah besar perjuangan lintas generasi di Kota Blitar. (arif)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









