Selasa
13 Oktober 2026 | 2 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Fauzi: Generasi Muda Kunci Kesenian Bertahan dan Mampu Berkembang

PDIP-Jatim Festival-Dalang-Remaja-2025-10122025

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam pelestarian seni tradisional. Menurutnya, generasi muda merupakan kunci agar kesenian bertahan dan mampu berkembang menyesuaikan zaman.

“Festival ini bukan sekadar perlombaan, tetapi adalah ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang regenerasi dalam rangka menjaga tradisi daerah tetap hidup sepanjang masa,” ujar Fauzi, saat gelaran Festival Dalang Topeng Remaja 2025, Rabu (10/12/2025).

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) mengadakan Festival Dalang Topeng Remaja 2025, di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (10/12/2025).

Festival tahun ini diikuti Zaffrikal Agwiansyah (Sanggar Putra Sumekar), Zainul Ahkam (Sanggar Putra Rahayu), Ayu Kartika Sari (Sanggar Budi Sasmito), Moh. Zakil Ulum (Sanggar Sinar Kemala) dan Naraswira Syahgama (Sanggar Pewaras).

Menurut Fauzi, seni dalang topeng merupakan warisan budaya bernilai tinggi yang harus terus dijaga keberlanjutannya. Apalagi di era digital, tambahnya, seni tradisional menghadapi tantangan besar dengan derasnya arus budaya global, yang membuat minat generasi muda terhadap kesenian lokal cenderung menurun.

“Apabila pemerintah daerah tidak memberikan panggung bagi seni tradisi, tentu saja lambat laun ia tenggelam, jadi salah satu upaya melalui festival ini untuk memastikan seni topeng tetap relevan,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menegaskan, pihaknya mengharapkan sanggar seni, sekolah dan komunitas budaya terus memperkuat kolaborasi dalam pembinaan remaja, yang memiliki minat dan bakat di bidang pedalangan topeng.

“Kami ingin mereka tidak berhenti hanya pada festival, tetapi harus mendapat ruang untuk tampil, berlatih dan mengembangkan bakatnya,” tutur Fauzi.

Pelestarian budaya, menurutnya, tidak dapat bergantung pada satu generasi saja. Diperlukan kesinambungan, dukungan pemerintah, serta partisipasi masyarakat agar seni tradisional, termasuk dalang topeng, tetap menjadi kebanggaan daerah.

“Festival ini adalah pijakan awal untuk memastikan identitas daerah agar tetap kuat, sekaligus generasi muda meneruskannya, demi melestarikan budaya sebagai bagian membangun jati diri,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Peringatan Hari Jadi Ke-351 Magetan, DPRD Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong

MAGETAN – Masyarakat Kabupaten Magetan memperingati Hari Jadi Ke-351 Kabupaten Magetan dalam sebuah upacara yang ...
KRONIK

Gelar Evaluasi Innovative Government Award, Bupati Lukman Bidik Kabupaten Terinovatif 2026

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berkomitmen memperkuat inovasi daerah untuk meningkatkan ...
SEMENTARA ITU...

32 Tim Pesantren Ikuti Liga Santri Bupati Cup 2026, Rijanto Dorong Persatuan

BLITAR – Sebanyak 32 tim futsal dari pondok pesantren se-Blitar Raya mengikuti Liga Santri Bupati Cup 2026. ...
KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...