Kamis
13 Agustus 2026 | 11 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Fauzi: Generasi Muda Kunci Kesenian Bertahan dan Mampu Berkembang

PDIP-Jatim Festival-Dalang-Remaja-2025-10122025

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam pelestarian seni tradisional. Menurutnya, generasi muda merupakan kunci agar kesenian bertahan dan mampu berkembang menyesuaikan zaman.

“Festival ini bukan sekadar perlombaan, tetapi adalah ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang regenerasi dalam rangka menjaga tradisi daerah tetap hidup sepanjang masa,” ujar Fauzi, saat gelaran Festival Dalang Topeng Remaja 2025, Rabu (10/12/2025).

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) mengadakan Festival Dalang Topeng Remaja 2025, di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (10/12/2025).

Festival tahun ini diikuti Zaffrikal Agwiansyah (Sanggar Putra Sumekar), Zainul Ahkam (Sanggar Putra Rahayu), Ayu Kartika Sari (Sanggar Budi Sasmito), Moh. Zakil Ulum (Sanggar Sinar Kemala) dan Naraswira Syahgama (Sanggar Pewaras).

Menurut Fauzi, seni dalang topeng merupakan warisan budaya bernilai tinggi yang harus terus dijaga keberlanjutannya. Apalagi di era digital, tambahnya, seni tradisional menghadapi tantangan besar dengan derasnya arus budaya global, yang membuat minat generasi muda terhadap kesenian lokal cenderung menurun.

“Apabila pemerintah daerah tidak memberikan panggung bagi seni tradisi, tentu saja lambat laun ia tenggelam, jadi salah satu upaya melalui festival ini untuk memastikan seni topeng tetap relevan,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menegaskan, pihaknya mengharapkan sanggar seni, sekolah dan komunitas budaya terus memperkuat kolaborasi dalam pembinaan remaja, yang memiliki minat dan bakat di bidang pedalangan topeng.

“Kami ingin mereka tidak berhenti hanya pada festival, tetapi harus mendapat ruang untuk tampil, berlatih dan mengembangkan bakatnya,” tutur Fauzi.

Pelestarian budaya, menurutnya, tidak dapat bergantung pada satu generasi saja. Diperlukan kesinambungan, dukungan pemerintah, serta partisipasi masyarakat agar seni tradisional, termasuk dalang topeng, tetap menjadi kebanggaan daerah.

“Festival ini adalah pijakan awal untuk memastikan identitas daerah agar tetap kuat, sekaligus generasi muda meneruskannya, demi melestarikan budaya sebagai bagian membangun jati diri,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...
KRONIK

Lomba Nyo’on Geddeng hingga Makan Pisang, Cara Seru Hj. Ansari Rawat Kebersamaan Warga

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menggelar senam bersama dan berbagai lomba agustusan ...