SURABAYA – DPRD Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk mengupayakan peningkatan kualitas hunian masyarakat pada tahun 2026. Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan, mengatakan, perhatian utama dewan adalah memastikan warga kota mendapatkan tempat tinggal layak.
“Salah satu fokus DPRD Surabaya di tahun 2026 adalah kita menciptakan hunian yang layak. Tahun depan akan ditambah dari tahun ini. Dari 2.069 rumah tidak layak, tahun depan menjadi 2.400,” ungkap Eri Irawan, Jumat (28/11/2025).
Penambahan jumlah rumah tidak layak huni (rutilahu) yang akan diperbaiki ini menjadi salah satu langkah konkret DPRD dalam mengupayakan peningkatan standar hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain program rutilahu, dia juga mengungkapkan bahwa DPRD Surabaya tengah mengupayakan pengusulan serta pengawalan pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa).
“Beberapa lahan milik BUMN sekarang sedang dipetakan bersama Pemkot dan DPRD. Lahan tersebut kita usulkan menjadi rusunawa,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.
Menurut Eri, pemanfaatan lahan BUMN sebagai lokasi pembangunan rusunawa merupakan solusi strategis untuk mengatasi keterbatasan ruang di tengah kota serta menyediakan hunian layak yang terjangkau bagi masyarakat.
“Jadi rusunawa akan berdiri di atas lahan-lahan BUMN untuk solusi hunian yang layak bagi masyarakat,” terang Eri.
Melalui kombinasi perbaikan rutilahu dan pembangunan rusunawa, DPRD Surabaya berharap kebutuhan hunian layak dapat terpenuhi lebih merata dan berkelanjutan. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










