LUMAJANG – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lumajang, Bukasan mengunjungi posko pengungsian erupsi semeru di SDN Supiturang 04 dan SMP Negeri 2 Pronojiwo, Jum’at (21/11/2025) malam.
Kedatangannya dalam rangka memastikan keselamatan dan pelayanan yang ada di posko pengungsian benar-benar baik dan siap melayani masyarakat.
Dalam diskusinya bersama pengungsi, Bukasan menanyakan perihal kebutuhan permakanan, pelayanan kesehatan, tempat istirahat para pengungsi dan lain sebagainya. Sehingga, harapannya masyarakat tetap tercukupi kebutuhannya meskipun berada di posko pengungsian.
“Saya melihat bahwa banyak anak kecilnya, dan beberapa mengalami gatal pada tubuhnya, dan mungkin ada yang mengalami sakit lainnya. Dan ini sudah kita arahkan supaya segera dilayani oleh petugas kesehatan yang ada di posko,” kata Bukasan.
Berdasarkan diskusinya pula, Bukasan mendapatkan data bahwa setidaknya ada 33 KK yang rumahnya sudah tidak bisa ditempati lagi karena erupsi semeru tersebut. Katanya, hal ini akan menjadi atensi dirinya terhadap pemerintah daerah untuk menyediakan rumah bagi mereka.
“Data secara pastinya, masih dilakukan penyisiran oleh pihak terkait dan nantinya akan dirilis oleh pemerintah daerah melalui BPBD Lumajang,” katanya.
“Alhamdulillah, kondisi posko pengungsian yang telah disediakan oleh pemerintah daerah sudah sangat representatif. Hanya saja mungkin yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan masyarakatnya yang perlu di droping seperti alas tidur atau matras, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya,” terangnya.
Tak hanya sekedar datang, Bukasan juga menyerahkan bantuan sembako yang diberikan kepada panitia relawan di posko setempat. Yang nantinya, sembako tersebut harus diolah dan dimasak untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi selama di posko pengungsian.
Selain itu, Bukasan juga mendapatkan laporan bahwa SD Negeri Supiturang 02 juga terdampak erupsi yang berakibat pada tidak bisa digunakannya sebagai tempat pemebelajaran sebagaimana mestinya. Ini juga akan menjadi atensi Bukasan untuk berdiskusi dengan pemerintah supaya ada solusi untuk lembaga pendidikan tersebut.
“Tentu, pembelajaran kini berhenti sementara, ada yang digunakan sebagai posko pengungsian, bahkan ada yang tidak bisa digunakan sama sekali karena terdampak erupsi ini. Mengingat, sebentar lagi adik-adik ini sudah waktunya ujian, maka pemerintah daerah harus segera mencari solusi dan bagaimana teknisnya nanti,” paparnya, yang juga merupakan Anggota Komisi B DPRD Lumajang itu.
Selain itu, Bukasan meminta supaya pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan tanggul yang ada di aliran lahar semeru. Katanya, mitigasi bencana sangat perlu dilakukan, mengingat daerah tersebut merupakan zona merah kawasan bencana alam.
“Mitigasi perlu dilakukan, misalnya seperti tanggul yang sudah ada itu supaya ditambah menjadi lebih tinggi, termasuk juga penyudetan di aliran lahar itu. Dan ini akan terus kami sampaikan ketika rapat-rapat bersama stakeholder terkait atau dengan pemerintah daerah,” tutupnya. (ndy/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













