MADIUN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun, Usman Ependi, melakukan reses di Posko Rumah Aspirasi, Jl. Sidorukun No. 62, Kelurahan Manguharjo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Kamis (20/11/2025) malam.
Kegiatan dihadiri sekitar 150 warga Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Dalam serap aspirasi itu, masyarakat mengeluhkan berbagai persoalan di bidang pendidikan, seperti penerimaan siswa baru, LKS, prestasi anak, hingga biaya seragam.
Menanggapi uneg-uneg masyarakat, Usman menyampaikan bahwa persoalan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP masih menjadi keluhan utama. Pasalnya, banyak siswa tahun lalu gagal masuk melalui jalur zonasi maupun afirmasi sehingga harus bersekolah jauh dari rumah mereka.
“Ini harus menjadi perhatian bersama. Saya mengimbau para wali murid untuk mendorong anak-anak meningkatkan prestasi sejak dini. Prestasi membuka peluang lebih besar untuk masuk sekolah favorit,” jelas Usman.
Dia menambahkan bahwa prestasi siswa tidak hanya pada bidang akademik seperti cerdas cermat, tetapi juga pada bidang olahraga yang kini makin diminati pelajar. Kedua sektor ini, menurutnya, harus didukung karena dapat menjadi jalur masuk sekolah pada PPDB.
Aspirasi lain yang disampaikan warga adalah terkait ditiadakannya LKS. Usman mengatakan pihaknya telah meminta Dinas Pendidikan mengevaluasi kebijakan tersebut karena LKS dianggap penting dalam menunjang proses belajar.
Soal keluhan biaya seragam yang ditanggung wali murid, menurut Usman, bahwa saat ini pembiayaan tersebut melibatkan komite sekolah sesuai regulasi nasional. Namun dia memastikan persoalan itu sudah dibahas DPRD bersama Dinas Pendidikan.
“Dalam RDP kemarin, pihak dinas menyampaikan bahwa pada PPDB tahun berikutnya pembiayaan seragam dan fasilitas lain direncanakan tidak lagi dibebankan kepada wali murid. Kami akan mengawal agar kebijakan ini benar-benar terwujud,” tegasnya.
Menurut Usman, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses ini akan dibawa ke pembahasan internal DPRD sebagai dasar perjuangan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Kota Madiun.
“Komitmen kami jelas: menghadirkan pendidikan yang lebih adil, lebih baik, dan tidak membebani masyarakat,” ujarnya. (ahm/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










