Kamis
08 Oktober 2026 | 10 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Peningkatan PAD Jadi Perhatian Utama Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya

pdip-jatim-251111-buleks

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya berkomitmen untuk terus mendukung program-program prioritas Pemerintah Kota Surabaya, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, H. Budi Leksono, SH, mengatakan bahwa peningkatan PAD menjadi perhatian utama. Dia menilai pengelolaan aset daerah perlu diperbaiki agar potensi penerimaan daerah bisa lebih optimal.

“Yang paling utama adalah PAD, ya. PAD ini sangat penting. Kebetulan saya di Komisi B, dan banyak sekali permasalahan yang kami temui terkait dengan pengelolaan aset daerah,” ujar Budi Leksono, Selasa (11/11/2025).

Menurut Buleks, sapaan akrabnya, pengawasan terhadap pajak daerah harus diperketat agar pendapatan daerah lebih efektif. Selain itu, dia menekankan pentingnya memberikan kemudahan bagi pelaku usaha agar ekonomi lokal bisa terus tumbuh.

“PAD ini harus benar-benar bisa ditingkatkan. Kita juga harus mengawasi pajak-pajak tersebut agar berjalan efektif. Di sisi lain, pelaku-pelaku usaha perlu diberikan kemudahan supaya mereka bisa tumbuh dan berkontribusi terhadap PAD,” jelasnya.

Selain fokus pada PAD, pihaknya juga menyoroti pentingnya sektor UMKM sebagai penopang ekonomi daerah. Dia menilai, pelatihan bagi masyarakat harus disertai pendampingan dan dukungan pascapelatihan agar hasilnya lebih nyata.

“UMKM ini juga bagian dari perhatian pemerintah untuk mengurangi pengangguran. Jadi pelatihan bagi masyarakat itu jangan hanya berhenti setelah pelatihan saja. Setelah dilatih, harus ada tindak lanjut, misalnya diberi alat atau difasilitasi pemasarannya,” harap Buleks.

Politisi yang dikenal ramah itu juga mendorong kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam upaya mengentaskan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga.

“Perusahaan-perusahaan juga perlu dilibatkan lewat program CSR agar bisa membantu mengurangi pengangguran,” sebutnya.

Dia berharap pengelolaan aset daerah dan program pemberdayaan masyarakat ke depan dapat dijalankan secara efektif, transparan, dan berkelanjutan, sehingga mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Surabaya.

Sebelumnya, APBD Kota Surabaya Tahun 2026 telah ditetapkan sebesar Rp12,7 triliun. Dari total tersebut, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp10,898 triliun yang bersumber dari PAD dan pendapatan transfer.

Sementara PAD diproyeksikan sebesar Rp8,198 triliun, dengan total belanja daerah direncanakan mencapai Rp12,731 triliun. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...
LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...