BLITAR – Kekalahan dalam kontestasi Pilkada Kota Blitar 2024 tak lantas membuat langkah Bayu Setyo Kuncoro berhenti. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Blitar itu justru menemukan makna baru dalam hidupnya.
Usai pilkada, Bayu memutuskan untuk banting setir menjadi petani. Dia kini menekuni budidaya melon premium hidroponik yang dikelola secara modern di sebuah green house di kawasan Ngrebo, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Dari tempat inilah, kisah baru Bayu bermula. Dia mengelola sekitar 1.000 tanaman melon dengan sistem pertanian modern yang ramah lingkungan.
Jenisnya pun beragam, mulai dari Honey Globe, Intanon, Fuji Sawa, hingga Sweet Lavender. Semuanya dikenal sebagai varietas melon premium dengan cita rasa manis dan aroma khas.
Pada hari-hari ini, sedang memasuki masa panen melon Honey Globe, varietas unggulan dengan bobot buah mencapai 1,5 hingga 2 kilogram per butir.
Dengan harga jual sekitar Rp 25 ribu per kilogram, hasil panennya kini mulai menembus pasar luar daerah seperti Jakarta, Sukabumi, Banyumas, dan Semarang.
“Dari semai sampai panen membutuhkan waktu sekitar 70 hari. Meski biayanya tidak sedikit, antara 6 sampai 8 juta per siklus, tapi hasilnya sepadan,” beber Bayu, kepada tim media ini, Minggu (2/11/2025).

Tak sekadar menanam, Bayu juga menjadikan lahannya sebagai wisata petik melon hidroponik. Konsep ini menarik minat masyarakat untuk datang langsung dan merasakan pengalaman memetik buah segar dari pohonnya.
Nyatanya ide pembuatan wisata petik ini berbuah manis, pasalnya beberapa waktu lalu, tempatnya dikunjungi sekelompok biksu yang datang untuk berwisata dan menikmati suasana tenang di dalam green house.
“Alhamdulillah rasanya senang sekali. Mereka bahkan sempat memborong melon sampai Rp 600 ribu,” bebernya.
Kini bagi Bayu, menjadi petani bukan sekadar profesi baru, melainkan bentuk perenungan dan pembuktian bahwa keberhasilan tidak hanya lahir dari jabatan, tetapi juga dari kerja keras dan ketulusan hati.
“Dulu saya sibuk di dunia politik, sekarang saya lebih banyak di alam. Rasanya lebih damai, lebih nyata,” ungkap Bayu.
Dia pun bersyukur, usahanya kini mulai dikenal luas sebagai inspirasi bagi banyak orang, bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kisah baru yang lebih bermakna.
Bayu Setyo Kuncoro telah membuktikan, bahwa siapa pun bisa bangkit asal mau belajar, bekerja, dan mencintai apa yang dikerjakan. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










