Kamis
16 Juli 2026 | 7 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tak Beruntung di Pilkada, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Ini Sukses Jadi Petani Melon

pdip-jatim-251102-bayu-melon-1

BLITAR – Kekalahan dalam kontestasi Pilkada Kota Blitar 2024 tak lantas membuat langkah Bayu Setyo Kuncoro berhenti. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Blitar itu justru menemukan makna baru dalam hidupnya.

Usai pilkada, Bayu memutuskan untuk banting setir menjadi petani. Dia kini menekuni budidaya melon premium hidroponik yang dikelola secara modern di sebuah green house di kawasan Ngrebo, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Dari tempat inilah, kisah baru Bayu bermula. Dia mengelola sekitar 1.000 tanaman melon dengan sistem pertanian modern yang ramah lingkungan.

Jenisnya pun beragam, mulai dari Honey Globe, Intanon, Fuji Sawa, hingga Sweet Lavender. Semuanya dikenal sebagai varietas melon premium dengan cita rasa manis dan aroma khas.

Pada hari-hari ini, sedang memasuki masa panen melon Honey Globe, varietas unggulan dengan bobot buah mencapai 1,5 hingga 2 kilogram per butir.

Dengan harga jual sekitar Rp 25 ribu per kilogram, hasil panennya kini mulai menembus pasar luar daerah seperti Jakarta, Sukabumi, Banyumas, dan Semarang.

“Dari semai sampai panen membutuhkan waktu sekitar 70 hari. Meski biayanya tidak sedikit, antara 6 sampai 8 juta per siklus, tapi hasilnya sepadan,” beber Bayu, kepada tim media ini, Minggu (2/11/2025).

Tak sekadar menanam, Bayu juga menjadikan lahannya sebagai wisata petik melon hidroponik. Konsep ini menarik minat masyarakat untuk datang langsung dan merasakan pengalaman memetik buah segar dari pohonnya.

Nyatanya ide pembuatan wisata petik ini berbuah manis, pasalnya beberapa waktu lalu, tempatnya dikunjungi sekelompok biksu yang datang untuk berwisata dan menikmati suasana tenang di dalam green house.

“Alhamdulillah rasanya senang sekali. Mereka bahkan sempat memborong melon sampai Rp 600 ribu,” bebernya.

Kini bagi Bayu, menjadi petani bukan sekadar profesi baru, melainkan bentuk perenungan dan pembuktian bahwa keberhasilan tidak hanya lahir dari jabatan, tetapi juga dari kerja keras dan ketulusan hati.

“Dulu saya sibuk di dunia politik, sekarang saya lebih banyak di alam. Rasanya lebih damai, lebih nyata,” ungkap Bayu.

Dia pun bersyukur, usahanya kini mulai dikenal luas sebagai inspirasi bagi banyak orang, bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kisah baru yang lebih bermakna.

Bayu Setyo Kuncoro telah membuktikan, bahwa siapa pun bisa bangkit asal mau belajar, bekerja, dan mencintai apa yang dikerjakan. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

RUANG MERAH

Kesumat yang Dituntaskan di Menit ke-92

Oleh Diana Sasa* INGGRIS sudah merasa cukup. Mereka unggul 1–0. Anthony Gordon mencetak gol pada menit ke-55. Waktu ...
LEGISLATIF

Promosikan Produk UMKM, Komisi B DPRD Magetan Terima Kunker di Rumah Promosi

MAGETAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan melakukan terobosan baru dalam memanfaatkan ...
KRONIK

Mas Dhito: Sastra Saraswati Sewana Yatra Teguhkan Toleransi dan Persatuan di Candi Tegowangi

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menghadiri Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026 di Candi Tegowangi dan ...
LEGISLATIF

Saifudin Minta Pengembangan Pariwisata Kota Batu Tak Mengorbankan Kelestarian Alam

Anggota DPRD Jatim Saifudin Zuhri mendorong pengembangan ekowisata berbasis potensi lokal di Kota Batu dengan tetap ...
KRONIK

Regenerasi Ranting PDI Perjuangan di Surabaya Dipastikan Berjalan Bottom-Up

PDI Perjuangan Surabaya memastikan proses regenerasi pengurus ranting berlangsung secara bottom-up dari tingkat ...
LEGISLATIF

Tabroni Dorong Solusi Menyeluruh Pascakebakaran TPA Pakusari

DPRD Jember mendesak Pemkab segera menyiapkan solusi menyeluruh pascakebakaran TPA Pakusari, mulai percepatan PLTSa ...