Jumat
25 September 2026 | 6 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Santri Nasional, Ina Ammania Ajak Santri Melek Teknologi sebagai Sarana Berdakwah

PDIP-Jatim-Ina-Ammania-23102025

BANYUWANGI – Momentum Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 merupakan momentum penting untuk menengok kembali sejarah atas peran besar santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025, suatu kebanggaan karena eksistensi santri dan ulama sudah diakui dalam undang-undang. Perjuangan Diponegoro, Cut Nyak Dien yang merupakan seorang santri diakui negara. Demikian pula peristiwa pertempuran Surabaya, ada resolusi jihad sehingga santri merupakan tonggak kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Ina Ammania dalam kegiatan silaturahmi bersama pengasuh pondok pesantren (ponpes) se-Banyuwangi di Hotel Kokoon, Rabu (22/10/2025).

Menurut Bunda Ina, panggilan akrabnya, peran santri sebagai pencerah bagi umat berakar dari pendidikan yang komprehensif di Pesantren, yang tidak hanya membekali mereka dengan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter dan mengasah kepedulian sosial.

“Dengan berbekal nilai-nilai tersebut, para santri dapat menjadi lentera yang membimbing masyarakat ke arah kebaikan,” ujarnya.

Santri juga harus mengikuti perkembangan zaman, lanjut Bunda Ina, dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukan hanya ilmu agama.

Hal ini penting agar santri dapat beradaptasi dengan tantangan modern seperti digitalisasi dan tetap relevan dalam berbagai bidang kehidupan, serta mampu berkontribusi secara strategis di masa depan.

“Dunia sudah berkembang sehingga pesantren dan santri harus mengikuti perkembangan zaman. Sesuatu yang berani harus dilakukan untuk memajukan santri seperti kegiatan pagi ini, yakni pesantren dan santri digital,” jelasnya.

Sebagai calon pemimpin di masa depan, santri dituntut untuk menguasai ilmu dunia dan akhirat agar dapat menghadapi berbagai tantangan dengan bekal keimanan, pengetahuan dan ketrampilan yang memadai.

“Kehidupan dunia harus tahu ilmunya, kehidupan akhirat juga harus tahu ilmunya. Pesantren perlu mengintegralkan terkait ilmu dunia dan akhirat. Dengan bekal ilmu dunia dan akhirat, santri memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” terangnya.

Ina juga menambahkan, dirinya berkomitmen untuk memberikan sumbangsih melalui program-program yang langsung menyentuh masyarakat, khususnya untuk kemajuan pondok pesantren sehingga manfaatnya dapat dirasakan para santri. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...
LEGISLATIF

Banggar DPRD Magetan Alihkan Dana Beli Mobil PKK Rp 498,8 Juta untuk Proyek Jalan Bendo–Belotan

MAGETAN – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan untuk membelikan kendaraan dinas baru bagi Tim Penggerak ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Siapkan Sumur Bor Tenaga Surya untuk Atasi Krisis Air Petani Blitar

BLITAR – Krisis air akibat kemarau panjang menjadi keluhan utama petani di wilayah barat Kabupaten Blitar. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Sidak Pasar Bandar dan Pahing, Cari Jalan Keluar Polemik Pedagang

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid bersama sejumlah anggota dewan melakukan inspeksi mendadak ...