Rabu
13 Mei 2026 | 8 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Santri Nasional, Ina Ammania Ajak Santri Melek Teknologi sebagai Sarana Berdakwah

PDIP-Jatim-Ina-Ammania-23102025

BANYUWANGI – Momentum Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 merupakan momentum penting untuk menengok kembali sejarah atas peran besar santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025, suatu kebanggaan karena eksistensi santri dan ulama sudah diakui dalam undang-undang. Perjuangan Diponegoro, Cut Nyak Dien yang merupakan seorang santri diakui negara. Demikian pula peristiwa pertempuran Surabaya, ada resolusi jihad sehingga santri merupakan tonggak kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Ina Ammania dalam kegiatan silaturahmi bersama pengasuh pondok pesantren (ponpes) se-Banyuwangi di Hotel Kokoon, Rabu (22/10/2025).

Menurut Bunda Ina, panggilan akrabnya, peran santri sebagai pencerah bagi umat berakar dari pendidikan yang komprehensif di Pesantren, yang tidak hanya membekali mereka dengan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter dan mengasah kepedulian sosial.

“Dengan berbekal nilai-nilai tersebut, para santri dapat menjadi lentera yang membimbing masyarakat ke arah kebaikan,” ujarnya.

Santri juga harus mengikuti perkembangan zaman, lanjut Bunda Ina, dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukan hanya ilmu agama.

Hal ini penting agar santri dapat beradaptasi dengan tantangan modern seperti digitalisasi dan tetap relevan dalam berbagai bidang kehidupan, serta mampu berkontribusi secara strategis di masa depan.

“Dunia sudah berkembang sehingga pesantren dan santri harus mengikuti perkembangan zaman. Sesuatu yang berani harus dilakukan untuk memajukan santri seperti kegiatan pagi ini, yakni pesantren dan santri digital,” jelasnya.

Sebagai calon pemimpin di masa depan, santri dituntut untuk menguasai ilmu dunia dan akhirat agar dapat menghadapi berbagai tantangan dengan bekal keimanan, pengetahuan dan ketrampilan yang memadai.

“Kehidupan dunia harus tahu ilmunya, kehidupan akhirat juga harus tahu ilmunya. Pesantren perlu mengintegralkan terkait ilmu dunia dan akhirat. Dengan bekal ilmu dunia dan akhirat, santri memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” terangnya.

Ina juga menambahkan, dirinya berkomitmen untuk memberikan sumbangsih melalui program-program yang langsung menyentuh masyarakat, khususnya untuk kemajuan pondok pesantren sehingga manfaatnya dapat dirasakan para santri. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
KABAR CABANG

Perkuat Narasi Digital, DPC Ngawi Gembleng Kader Muda Kelola Media Sosial

NGAWI – Dinamika era digital telah mengubah perilaku publik secara fundamental, mulai dari cara mengakses informasi ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Jangan Sampai Indonesia Jadi Basis Judi Online Internasional

Puan Maharani mengingatkan pentingnya antisipasi agar Indonesia tidak menjadi basis operasional judi online ...
SEMENTARA ITU...

Dari Anak Buruh Tani, Hafif Memilih Masuk Politik: “Anak Muda Jangan Cuma Mengeluh dari Kejauhan”

Kisah Hafif Rohmatullah, anak buruh tani asal Jember yang memilih masuk politik lewat PDIP demi memperjuangkan ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Pramuka Harus Cetak Generasi Tangguh dan Berakhlak Mulia

Rijanto menegaskan Gerakan Pramuka harus menjadi ruang pembinaan generasi muda yang tangguh, disiplin, dan ...