Minggu
19 April 2026 | 11 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dana Transfer Pusat Belum Jelas, Ketua DPRD Trenggalek Ubah Pola Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap R-APBD 2026

pdip jatim 250930 paripurna DPRD nggalek

TRENGGALEK – Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi memimpin sidang paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Kabupaten Trenggalek Tahun Anggaran 2026, Senin (29/9/2025).

Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa pandangan umum fraksi disampaikan secara tertulis.

Menurut Doding yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek, pola rapat kali ini mengalami penyesuaian. Biasanya jawaban bupati langsung menyusul setelah pandangan umum fraksi, namun tahun ini didahului rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Perubahan ini dilakukan karena adanya ketidakpastian mengenai nominal dana transfer dari pusat. Jadi sebelum jawaban bupati disampaikan, kita sinkronkan dulu dengan Banggar dan TAPD agar proyeksi APBD sesuai dengan kondisi riil anggaran,” jelas Doding.

Dia menambahkan, seluruh fraksi menyerahkan pandangan umum secara tertulis agar dapat dipelajari secara detail oleh TAPD.

“Bukan berarti kita tidak mau membacakan, tetapi ketika dibahas terlalu rinci sementara sinkronisasi anggaran dari pusat belum jelas, justru akan menimbulkan ketidaksesuaian. Dengan model tertulis, evaluasi bisa dipelajari, lalu disinkronkan di Banggar,” imbuhnya.

Doding juga menegaskan, rapat paripurna kali ini berlangsung dua sesi, yakni pembahasan renja tahun 2027 serta pandangan umum fraksi terkait Raperda APBD 2026.

Beberapa usulan dari fraksi, seperti PDI Perjuangan, juga menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur yang dinilai krusial untuk mendongkrak pertumbuhan daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, yang hadir dalam rapat paripurna menyampaikan bahwa masukan fraksi akan ditindaklanjuti lebih lanjut.

“Secara rinci masih akan kita pelajari karena pandangan umum disampaikan kolektif secara tertulis. Yang pasti, kami berkomitmen menjaga prioritas pembangunan, terutama di bidang infrastruktur,” ujar Mas Syah.

Menurutnya, APBD bersifat dinamis sehingga masih sangat mungkin mengalami perubahan sesuai dengan dinamika kebijakan pusat.

“Kita ingin APBD 2026 lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat luas, dengan prioritas tetap pada pembangunan yang bisa menyenangkan semua pihak,” tegasnya. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Tinjau Longsor di Pacitan, Diana Sasa Desak Pemerintah Konkret soal Relokasi Permanen

PACITAN – Bencana tanah longsor yang kembali menerjang Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Dengan kejadian yang ...
LEGISLATIF

Warga Dandangan Keluhkan Banjir, Yuzar Rasyid Bergerak Cepat Tinjau Sungai 

Yuzar Rasyid turun langsung meninjau sungai di Kediri merespons banjir musiman, sekaligus meluncurkan program ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Ngawi, Gen Z Tempati Posisi-posisi Strategis di PAC

NGAWI – Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di ...
KABAR CABANG

Hari Kartini 2026, Yudi Meira Tegaskan Peran Perempuan Strategis di PDIP Blitar

Yudi Meira tegaskan peran strategis perempuan dalam politik PDIP Blitar pada momentum Hari Kartini 2026, dorong ...
KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...