Selasa
11 Agustus 2026 | 8 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wakil Ketua DPRD Lamongan Siap Kawal Aspirasi 158 Pemelihara Irigasi

IMG-20250924-WA0026_copy_694x473

LAMONGAN – Peringatan Hari Tani Nasional 2025 di Lamongan berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya diwarnai aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab maupun DPRD, kali ini Wakil Ketua II DPRD Lamongan, Husen, justru memilih memanggil perwakilan Tenaga Pembantu Operasional Pemeliharaan (TPOP) Jaringan Irigasi PUSDA Jawa Timur ke ruang kerjanya, Rabu (24/9/2025).

Bagi Mas Husen, pertemuan ini bukan sekadar seremonial. DPRD Lamongan Fraksi PDI Perjuangan ini menyebut TPOP adalah pejuang petani di Lamongan yang selama ini bekerja senyap menjaga aliran air bagi ribuan hektare sawah di Lamongan.

“Justru kami yang ingin ketemu dengan mereka, bukan sebaliknya. Karena di Hari Tani Nasional ini, teman-teman TPOP inilah pahlawan irigasi yang menentukan hidup matinya panen di Lamongan,” ujar Husen.

158 Pejuang Air di Lamongan

Di Lamongan, Mas Husen menyebutkan, sebanyak 158 tenaga TPOP Jaringan Irigasi Jatim yang sehari-hari bertugas sebagai Petugas Pintu Air (PPA) sekaligus membersihkan jaringan irigasi.

“Mereka memastikan aliran dari Waduk Gondang Sugio, Waduk Prijetan Kedungpring, hingga Bengawan Njeru bisa tersalurkan tepat waktu, terutama saat musim tanam ketiga yang krusial bagi petani,” ucapnya.

Namun di balik tugas berat itu, status mereka masih menggantung. Berdasarkan regulasinya, TPOP ini masih masuk dalam kategori kegiatan pengadaan barang dan jasa PUSDA Jatim, bukan pegawai honorer apalagi PPPK.

“Teman-teman berharap statusnya segera diperjelas, minimal menjadi PPPK. Karena secara sistem mereka sudah ikut pengisian R1, R2, dan R3,” ujar Husen.

Janji Husen akan Kawal Hingga ke DPR RI

Menanggapi aspirasi tersebut, Mas Husen menegaskan akan memperjuangkannya. Ia berkomitmen mengawal persoalan status kepegawaian TPOP, baik ke DPRD Provinsi Jatim maupun hingga DPR RI.

“Peran mereka sangat vital. Maka wajar jika mereka berharap penghidupannya lebih layak. Minimal setara UMK Lamongan yang tahun 2025 ini Rp 3.012.164,” katanya.

Selain itu, Mas Husen juga menyoroti perlunya pemberdayaan bagi TPOP. “Bukan hanya soal status, tapi juga bagaimana mereka bisa lebih maksimal menjalankan tugas sekaligus memperoleh manfaat dari pekerjaannya. Itu akan kami perjuangkan melalui pokok-pokok pikiran dan mekanisme lain yang memungkinkan,” tuturnya.

Lumbung Pangan Nasional Bergantung pada Irigasi

Lamongan dikenal sebagai Lumbung Pangan Nasional, bahkan menjadi penghasil padi nomor satu di Jawa Timur. Predikat ini tidak lepas dari kerja keras para petani yang ditopang sistem irigasi yang dijaga TPOP. Ironisnya, penghasilan mereka justru belum sepadan dengan tanggung jawab di lapangan.

“Miris sekali kalau gaji mereka masih di bawah layak, sementara mereka mondar-mandir lima hari kerja di lapangan demi memastikan sawah tetap terairi,” katanya.

Dalam peringatan Hari Tani Nasional 2025 yang juga diselenggarakan DPP PDI Perjuangan secara daring, Mas Husen memastikan akan menyuarakan aspirasi TPOP. “Kami ingin suara dari Lamongan ini didengar, bahwa 158 pejuang air di sini dan 1.800 TPOP se-Jawa Timur layak mendapatkan status lebih jelas, bahkan PPPK,” ucapnya.

Aspirasi Petani, Energi Perubahan

Peringatan Hari Tani Nasional di Lamongan tahun ini menjadi lebih bermakna. Dari ruang DPRD Lamongan, suara TPOP Jaringan Irigasi PUSDA Jatim kini bergema hingga level provinsi dan pusat.

“Aspirasi mereka bukan sekadar tentang status, tetapi tentang martabat para penjaga pintu air yang memastikan lumbung pangan nasional tetap berdiri kokoh,” ujar Mas Husen, Wakil Ketua II DPRD Lamongan Fraksi PDI Perjuangan.(mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...