Selasa
03 November 2026 | 7 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jadi Basis UMKM di Jatim, Erma Harap Tulungagung Bisa Serap Program Prokesra Lebih Banyak

PDIP-Jatim-Erma-Susanti-21092025.

TULUNGAGUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggelontorkan Rp300 miliar dari APBD 2025 untuk modal usaha PT BPR Jatim atau Bank UMKM Jatim.

Anggaran yang disahkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) itu didistribusikan kepada pelaku UMKM di Jawa Timur melalui Program Kredit Sejahtera (prokesra) Bank UMKM Jatim.

“PAK 2025 Pemprov Jatim menggelontorkan modal kerja di Bank UMKM agar bisa mendistribusikan prokesra kepada lebih banyak UMKM,” ujar anggota Komisi B DPRD Provinsi Jatim, Erma Susanti, Minggu (21/9/2025).

Untuk mengawal program tersebut, Erma bersama Bank UMKM Jatim melaksanakan kegiatan sosialisasi akses permodalan kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Tulungagung.

Menurutnya, Pemprov Jatim menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 6 persen. Untuk mewujudkan target maka penguatan UMKM harus dilakukan.

“UMKM ini menyerap tenaga kerja paling banyak, maka penguatan UMKM bisa menjadi jalan keluar untuk menyerap PHK,” jelasnya.

Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung ini menambahkan, terjadinya inflasi beras akan mempengaruhi kebutuhan pokok lainnya, apalagi survei terkait daya beli masyarakat menengah juga menurun.

Untuk mengembalikan kondisi itu, sektor UMKM menjadi penyangga utamanya. Sehingga penguatan UMKM menjadi sebuah keharusan.

“Prokesra ini digulirkan sejak 2022 dengan subsidi bunga 9,5 persen. Pelaku UMKM yang menyerap program ini beban bunganya 3 persen per tahun,” ungkapnya.

Erma juga menegaskan, peningkatan produksi adalah salah satu cara untuk melawan perang dagang dari Donald Trump.

Di sisi lain, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang besar. Potensi pasar ini jangan sampai direbut oleh negara lain yang juga terkena dampak dari perang dagang.

“Yang harus kita lakukan adalah meningkatkan produksi di sektor UMKM dengan harapan UMKM bisa survive dan berkembang di tengah tantangan situasi krisis global,” tegasnya.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tulungagung, sebut Erma, didominasi oleh pengolahan, sehingga sektor riilnya adalah UMKM. Ia berharap, Kabupaten Tulungagung bisa menyerap Prokesra Bank UMKM Jatim lebih banyak.

“Saya intens melakukan sosialisasi di kecamatan-kecamatan agar pelaku UMKM bisa menyerap program prokesra. Saya juga terus mengawal sampai akhir 2025 agar program ini bisa terserap semua,” tandasnya. (sin/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...