MAGETAN – Kata-kata diduga dilontarkan seorang kepala dinas di Pemkab Magetan kepada salah satu bawahannya itu, kini bergulir di meja pengaduan dewan dan kepolisian.
Anggota Komisi A DPRD Magetan, Suyono Wiling, dalam rapat dengar pendapat bersama sejumlah pihak terkait perkara ini di gedung dewan, Senin (15/9/2025), menyatakan tidak habis pikir dengan munculnya kata-kata tersebut dalam rapat instansi.
Legislator PDI Perjuangan itu menyampaikan kalimat-kalimat tersebut tidak bisa disebut sebagai bahasa pembinaan. Sekalipun diucapkan atasan kepada staf atau bawahannya.
“Bawahan atau staf merupakan bagian dari tubuh sendiri yang harus dijaga dan diberikan motivasi agar bisa optimal dalam memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat, bukan merendahkan dan menghina,” tegas Suyono Wiling.
Karena itu, kata Wiling, dirinya merekomendasikan kepada lembaganya agar kepala dinas yang bersangkutan dinonaktifkan dari jabatannya.
“Agar tidak mengganggu proses pemeriksaan (oleh inspektorat) yang saat ini sedang berjalan,” cetusnya.
Rapat dengar pendapat (hearing) di gedung dewan menghadirkan pelapor berinisial RRM, perempuan tenaga kontrak di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Magetan. Juga pihak Inspektorat Magetan, serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Magetan.
Kronologi
Dihimpun dari berbagai sumber, kejadian bermula pada akhir Juli 2025 di dinas setempat. Pada waktu itu, kepala dinas memimpin rapat yang diikuti sejumlah pegawai. Sementara pelapor dan seorang pegawai, tidak ikut rapat karena ditugaskan berjaga di ruang pelayanan.
Usai rapat, salah seorang pegawai yang ikut rapat, bercerita kepada pelapor jika ia disebut sebagai piala bergilir dan wanita obralan.
Aduan dari sejawatnya membuat pelapor melayangkan aduan ke sejumlah instansi. Dari Bupati, DPRD, hingga Gubernur Jatim dan Kemendagri. Bahkan ke aparatur hukum, kepolisian setempat.
Sementara itu, kepala dinas atau terlapor berinisial SC, menyatakan telah bertemu dengan pelapor dan keluarganya sebagaimana dikutip dari MagetanKita.com.
“Kami sudah bertemu, dan sekiranya dalam membimbing dan pembinaan itu ada kesalahan, saya meminta maaf. Kalau menuduh yang macam-macam, ya tidak,” katanya. (rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













