Jumat
17 April 2026 | 1 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saat Kata Piala Bergilir dan Wanita Obralan Diduga Terlontar dalam Rapat di Dinas Pemkab Magetan

IMG-20250915-WA0027_copy_534x381

MAGETAN – Kata-kata diduga dilontarkan seorang kepala dinas di Pemkab Magetan kepada salah satu bawahannya itu, kini bergulir di meja pengaduan dewan dan kepolisian.

Anggota Komisi A DPRD Magetan, Suyono Wiling, dalam rapat dengar pendapat bersama sejumlah pihak terkait perkara ini di gedung dewan, Senin (15/9/2025), menyatakan tidak habis pikir dengan munculnya kata-kata tersebut dalam rapat instansi.

Legislator PDI Perjuangan itu menyampaikan kalimat-kalimat tersebut tidak bisa disebut sebagai bahasa pembinaan. Sekalipun diucapkan atasan kepada staf atau bawahannya.

“Bawahan atau staf merupakan bagian dari tubuh sendiri yang harus dijaga dan diberikan motivasi agar bisa optimal dalam memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat, bukan merendahkan dan menghina,” tegas Suyono Wiling.

Karena itu, kata Wiling, dirinya merekomendasikan kepada lembaganya agar kepala dinas yang bersangkutan dinonaktifkan dari jabatannya.

“Agar tidak mengganggu proses pemeriksaan (oleh inspektorat) yang saat ini sedang berjalan,” cetusnya.

Rapat dengar pendapat (hearing) di gedung dewan menghadirkan pelapor berinisial RRM, perempuan tenaga kontrak di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Magetan. Juga pihak Inspektorat Magetan, serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Magetan.

Kronologi

Dihimpun dari berbagai sumber, kejadian bermula pada akhir Juli 2025 di dinas setempat. Pada waktu itu, kepala dinas memimpin rapat yang diikuti sejumlah pegawai. Sementara pelapor dan seorang pegawai, tidak ikut rapat karena ditugaskan berjaga di ruang pelayanan.

Usai rapat, salah seorang pegawai yang ikut rapat, bercerita kepada pelapor jika ia disebut sebagai piala bergilir dan wanita obralan.

Aduan dari sejawatnya membuat pelapor melayangkan aduan ke sejumlah instansi. Dari Bupati, DPRD, hingga Gubernur Jatim dan Kemendagri. Bahkan ke aparatur hukum, kepolisian setempat.

Sementara itu, kepala dinas atau terlapor berinisial SC, menyatakan telah bertemu dengan pelapor dan keluarganya sebagaimana dikutip dari MagetanKita.com.

“Kami sudah bertemu, dan sekiranya dalam membimbing dan pembinaan itu ada kesalahan, saya meminta maaf. Kalau menuduh yang macam-macam, ya tidak,” katanya. (rud/hs)

 

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Said Abdullah: Pers Harus Jadi Pilar Keempat Demokrasi dan Kontrol Kekuasaan

Saat menerima penghargaan PWI Jatim di HPN 2026, Said Abdullah menegaskan pers harus menjadi pilar keempat ...
HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...