Senin
01 Juni 2026 | 4 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyu Biru: RRI Harus Jadi Garda Terdepan Saat Ada Bencana, dan Penangkal Hoaks

pdip-jatim-250915-banyu-biru

SURABAYA – Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot menegaskan, Radio Republik Indonesia (RRI) harus memperkuat perannya. Tidak hanya sebagai media informasi publik, tapi juga garda depan saat bencana, penangkal hoaks, serta mitra strategis anak muda di era digital.

Menurutnya, kerusuhan yang terjadi di Surabaya, Kediri, dan Madiun pada akhir Agustus lalu, menjadi bukti betapa kuatnya pengaruh informasi terhadap dinamika sosial.

“Kerusuhan itu tidak lepas dari derasnya hoaks, disinformasi, dan misinformasi yang beredar. Kalau tidak ada kontrol dan informasi yang benar, situasinya bisa semakin mengerikan. Di sinilah pentingnya peran RRI dengan multiplatform-nya,” ucap Banyu Biru, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (15/9/2025).

Dia menilai, sebagai media publik, RRI memiliki posisi strategis untuk menghadirkan informasi yang akurat, menenangkan, dan mempersatukan masyarakat.

“Kalau ada bencana, listrik padam, sinyal internet hilang, media sosial tidak bisa diakses. Yang masih bisa kita dengar ya radio. RRI harus jadi garda terdepan menyampaikan informasi darurat maupun instruksi resmi pemerintah,” ujarnya.

Selain soal kebencanaan, legislator DPR RI dari Dapil VIII Jawa Timur ini menekankan, RRI harus merangkul generasi muda.

“Anak muda haus informasi cepat, kredibel, dan interaktif. RRI bisa masuk lewat podcast, live streaming, program musik, atau konten edukasi digital. Jangan sampai anak muda merasa radio itu kuno. Justru RRI harus tampil modern, tapi tetap berkarakter,” kata Banyu Biru.

Politisi muda PDI Perjuangan ini juga mengingatkan bahwa peran RRI tak hanya soal informasi, tapi juga menjaga integrasi nasional. Dengan jaringan siaran yang mencakup pelosok dan daerah 3T, RRI diyakini mampu memperkuat rasa persatuan.

“Radio itu perekat dari Sabang sampai Merauke. Integrasi nasional akan lebih kuat kalau RRI serius menjalankan misinya,” tuturnya.

Sementara itu, pemerhati penyiaran sekaligus Komisioner KPID Jawa Timur 2016–2025, Immanuel Yosua, menilai RRI di Jawa Timur punya kekuatan signifikan bagi stabilitas sosial dan politik regional.

“Selain jangkauan teknis, RRI punya modal sosial sebagai media terpercaya. Saat kerusuhan atau bencana, masyarakat butuh sumber informasi yang kredibel,” kata Yosua.

“Kalau mampu mengelola konten sesuai kultur Arek, Mataraman, Madura, dan Pandalungan, RRI bisa jadi rujukan utama,” imbuh Koordinator Mitra Publik Indonesia (MPI), lembaga yang konsen di keterbukaan informasi dan diseminasi informasi ini. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

UMKM

Ketika UMKM Kue Jadul dan Komunitas Gowes Bertemu di Ecopark Randuagung

GRESIK – Pemerintah Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, meluncurkan Pasar Ahad Jajanan Jadul di Ecopark Desa ...
KABAR CABANG

Upacara Harlah Pancasila, Kader Banteng Kota Madiun Diingatkan Tidak Melupakan Sejarah

MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kota Madiun menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, ...
KABAR CABANG

Harlah Pancasila, DPC Sidoarjo Gelar Upacara Bendera dan Beri Penghargaan kepada Penanam Bibit Sukun

SIDOARJO – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Sidoarjo menggelar upacara bendera di kantor sekretariat, Jl Jati ...
HEADLINE

Upacara Hari Lahir Pancasila, PDI Perjuangan Jatim Ingatkan Pesan Persatuan Bung Karno

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak kader menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam ...
EKSEKUTIF

HUT Surabaya ke-733, Armuji Paparkan Capaian dan Tantangan Pembangunan Kota

SURABAYA – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji mengakui pembangunan Kota Surabaya belum sepenuhnya ...
RUANG MERAH

Pancasila dan Jalan Pulang Bangsa Indonesia

Oleh Nur Hakim SETIAP 1 Juni, kita ramai-ramai merayakan Hari Lahir Pancasila. Trending di media sosial, upacara ...