Rabu
12 Agustus 2026 | 4 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyu Biru: RRI Harus Jadi Garda Terdepan Saat Ada Bencana, dan Penangkal Hoaks

pdip-jatim-250915-banyu-biru

SURABAYA – Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot menegaskan, Radio Republik Indonesia (RRI) harus memperkuat perannya. Tidak hanya sebagai media informasi publik, tapi juga garda depan saat bencana, penangkal hoaks, serta mitra strategis anak muda di era digital.

Menurutnya, kerusuhan yang terjadi di Surabaya, Kediri, dan Madiun pada akhir Agustus lalu, menjadi bukti betapa kuatnya pengaruh informasi terhadap dinamika sosial.

“Kerusuhan itu tidak lepas dari derasnya hoaks, disinformasi, dan misinformasi yang beredar. Kalau tidak ada kontrol dan informasi yang benar, situasinya bisa semakin mengerikan. Di sinilah pentingnya peran RRI dengan multiplatform-nya,” ucap Banyu Biru, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (15/9/2025).

Dia menilai, sebagai media publik, RRI memiliki posisi strategis untuk menghadirkan informasi yang akurat, menenangkan, dan mempersatukan masyarakat.

“Kalau ada bencana, listrik padam, sinyal internet hilang, media sosial tidak bisa diakses. Yang masih bisa kita dengar ya radio. RRI harus jadi garda terdepan menyampaikan informasi darurat maupun instruksi resmi pemerintah,” ujarnya.

Selain soal kebencanaan, legislator DPR RI dari Dapil VIII Jawa Timur ini menekankan, RRI harus merangkul generasi muda.

“Anak muda haus informasi cepat, kredibel, dan interaktif. RRI bisa masuk lewat podcast, live streaming, program musik, atau konten edukasi digital. Jangan sampai anak muda merasa radio itu kuno. Justru RRI harus tampil modern, tapi tetap berkarakter,” kata Banyu Biru.

Politisi muda PDI Perjuangan ini juga mengingatkan bahwa peran RRI tak hanya soal informasi, tapi juga menjaga integrasi nasional. Dengan jaringan siaran yang mencakup pelosok dan daerah 3T, RRI diyakini mampu memperkuat rasa persatuan.

“Radio itu perekat dari Sabang sampai Merauke. Integrasi nasional akan lebih kuat kalau RRI serius menjalankan misinya,” tuturnya.

Sementara itu, pemerhati penyiaran sekaligus Komisioner KPID Jawa Timur 2016–2025, Immanuel Yosua, menilai RRI di Jawa Timur punya kekuatan signifikan bagi stabilitas sosial dan politik regional.

“Selain jangkauan teknis, RRI punya modal sosial sebagai media terpercaya. Saat kerusuhan atau bencana, masyarakat butuh sumber informasi yang kredibel,” kata Yosua.

“Kalau mampu mengelola konten sesuai kultur Arek, Mataraman, Madura, dan Pandalungan, RRI bisa jadi rujukan utama,” imbuh Koordinator Mitra Publik Indonesia (MPI), lembaga yang konsen di keterbukaan informasi dan diseminasi informasi ini. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...