Kamis
29 Oktober 2026 | 2 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemerintah dan DPR Sepakat Revisi Badan Haji jadi Kementerian

IMG-20250825-WA0014

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Abidin Fikri, S.H.,M.H. menyambut baik kesepakatan antara Pemerintah dan DPR RI dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI hari ini, yang telah menyetujui revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Kesepakatan ini menandai langkah penting untuk memperkuat kelembagaan penyelenggaraan haji dan umrah di Indonesia, demi meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah.

Dalam rapat kerja tersebut, Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Hukum sebagai wakil Pemerintah menyepakati rancangan undang-undang (RUU) perubahan ketiga atas UU tersebut untuk dibawa ke rapat paripurna DPR RI guna pengesahan.

Salah satu poin utama dalam revisi ini adalah perubahan nomenklatur Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BP Haji) menjadi Kementerian Haji dan Umrah, yang diharapkan dapat memberikan struktur kelembagaan yang lebih kuat dan adaptif.

Selain itu, kesepakatan mencakup pengaturan kuota haji, di mana 92% dialokasikan untuk haji reguler dan 8% untuk haji khusus, serta penguatan perlindungan bagi jemaah melalui kebijakan yang lebih fleksibel.

Abidin Fikri menegaskan, “Revisi UU ini merupakan respons atas kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah. Dengan struktur kelembagaan yang lebih kuat, kita harapkan pelayanan haji semakin optimal dan memberikan kemaslahatan bagi seluruh jemaah Indonesia.”

Ia menambahkan bahwa pembahasan RUU ini telah melibatkan berbagai pihak, termasuk masukan dari DPD RI, ormas Islam, dan asosiasi penyelenggara haji, untuk memastikan perubahan yang adaptif terhadap dinamika global, seperti kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi.

Abidin Fikri menekankan bahwa revisi ini bertujuan untuk mengakhiri masalah antrean panjang haji yang mencapai puluhan tahun, serta memperbaiki pengelolaan keuangan haji melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Seturut dengan target VISI Saudi 2030 diperkirakan jamaah haji akan mencapai 5 juta jamaah dan umrah 30 juta per tahun dan ini akan juga menaikkan jumlah kuota jamaah haji Indonesia bertambah menjadi sekitar 500 ribu jamaah.

“Ini adalah langkah maju untuk menciptakan penguatan struktur kelembagaan pelaksanaan haji dan umrah serta ekosistem haji yang lebih baik, adaptif, dan berorientasi pada perlindungan jemaah,” tutupnya.

Komisi VIII DPR RI berharap pengesahan di rapat paripurna dapat segera terealisasi, sehingga implementasi revisi UU ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(dian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

PDIP Jatim Buka Ruang Kritik Politik Lewat Kompetisi Stand-Up Comedy

MALANG – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur membuka ruang kritik politik melalui kompetisi stand-up comedy “Berani ...
KRONIK

Widarto Serahkan Kajian Hibah Tanah 2,7 Hektare untuk Kejari Jember pada Pansus

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, menyerahkan pemeriksaan status tanah dan kelengkapan dokumen rencana ...
KABAR CABANG

Hari Sumpah Pemuda, PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Aksi Resik Sungai Kalimati Muncar

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan aksi resik kali atau ...
EKSEKUTIF

Rijanto Ajak Pemuda Blitar Rawat Persatuan dan Ambil Peran Nyata dalam Pembangunan

Bupati Blitar Rijanto mengajak pemuda merawat persatuan Sumpah Pemuda 1928 dan mengambil peran nyata dalam ...
LEGISLATIF

Pendangkalan Pelabuhan Pasongsongan, Komisi B DPRD Jatim Desak Prioritas Anggaran Pengerukan

SURABAYA – Komisi B DPRD Jawa Timur mendesak pengerukan sedimentasi dan pemeliharaan infrastruktur Pelabuhan ...
KABAR CABANG

PDIP Gresik Gelar Kompetisi Esports, Dorong Sportivitas dan Solidaritas Anak Muda

GRESIK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik mendorong pembentukan karakter generasi muda melalui kompetisi esports ...