Sabtu
13 Juni 2026 | 7 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lestarikan Seni Budaya, Guntur Dorong Pemerintah Sediakan Ruang Ekspresi Kreatif bagi Masyarakat

pdip-jatim-250825-karnaval-blitar

SURABAYA – Anggota DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam menyediakan ruang ekspresi kreatif bagi masyarakat.

Hal ini dia sampaikan saat menghadiri acara Blitar Ethnic Carnival (BEC) 4.0, yang sudah digelar rutin selama empat tahun berturut-turut dan menjadi salah satu agenda kebudayaan penting di Bumi Bung Karno.

Menurutnya, Blitar Ethnic Carnival bukan sekadar pertunjukan seni dan budaya, tapi juga wadah yang memperlihatkan betapa masyarakat memiliki potensi besar dalam melestarikan sekaligus mengembangkan tradisi.

“Kami mengapresiasi penyelenggaraan Blitar Ethnic Carnival yang konsisten sudah digelar empat tahun berturut-turut. Acara ini menghadirkan pimpinan adat dari berbagai daerah, termasuk hari ini yang juga dihadiri perwakilan dari Kutai Kartanegara,” ungkap Guntur Wahono, Senin (25/8/2025).

Dia menekankan bahwa keberlangsungan acara seperti Blitar Ethnic Carnival menjadi bukti nyata bagaimana budaya dapat hidup berdampingan dengan kreativitas masyarakat.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DPRD Jatim ini menilai, penyelenggaraan BEC memiliki dampak ganda: melestarikan warisan tradisi, sekaligus menciptakan ruang interaksi sosial yang inklusif dan produktif.

Lebih lanjut, Guntur Wahono mengingatkan bahwa kebudayaan merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga agar tidak tergerus zaman.

“Kebudayaan harus dijaga agar dapat terus turun ke generasi berikutnya. Jika tidak, maka anak-anak kita hanya akan menjadi penonton dari kekayaan tradisi yang sejatinya adalah milik kita sendiri,” tegasnya.

Guntur menyebut, pemerintah memiliki peran strategis dalam memastikan keberlangsungan agenda-agenda kebudayaan semacam ini.

Dia menilai, pemerintah daerah maupun pusat harus selalu membuka ruang partisipasi masyarakat, baik melalui dukungan penyelenggaraan festival budaya, maupun pemberian fasilitas terhadap komunitas seni dan adat.

“Pemerintah harus senantiasa menyediakan ruang ekspresi kreatif bagi masyarakat. Dengan cara itu, masyarakat bisa menunjukkan potensi terbaiknya sekaligus melestarikan budaya yang diwariskan nenek moyang,” kata Guntur.

Dia menilai, ruang ekspresi kreatif tersebut tidak hanya terbatas pada festival atau karnaval, tapi juga bisa diwujudkan melalui dukungan infrastruktur, pelatihan, serta program pemberdayaan masyarakat berbasis seni dan budaya.

Dengan begitu, kreativitas masyarakat tidak hanya sebatas seremonial tahunan, tapi bisa berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi maupun sosial yang lebih luas.

“Kalau bukan kita yang menjaganya, siapa lagi? Karena kebudayaan ini adalah identitas dan jati diri bangsa,” tuturnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Puncak Bulan Bung Karno 2026, Megawati Resmikan Renovasi Istana Gebang di Blitar

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan meresmikan renovasi Istana Gebang di Blitar pada 15 ...
KABAR CABANG

Warga Sumberbiru Berterima Kasih, PDIP Bondowoso Salurkan Air Bersih Saat Kemarau

Warga Dusun Sumberbiru, Bondowoso, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih dan sembako dari DPC PDI ...
KABAR CABANG

Pagelaran Wayang “Wahyu Pancasila” Diserbu Ribuan Warga Bumi Bung Karno 

Ribuan warga memadati pagelaran wayang kulit “Wahyu Pancasila” di Kelurahan Kaweron, Talun, Blitar. Guntur Wahono ...
KRONIK

Evaluasi Layanan Haji 2026, Hj. Ansari Soroti Fasilitas Hotel dan Transportasi

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, memberikan sejumlah catatan kritis terkait penyelenggaraan ...
SEMENTARA ITU...

Majelis Ngadem Kedungadem Ngaji Pemikiran Bung Karno

BOJONEGORO – Keberpihakan kepada masyarakat kecil dan kelompok rentan menjadi tema utama dalam Kajian Majelis ...
HEADLINE

Said Abdullah: Eksistensi Partai Ditentukan Kehadiran Kader di Tengah Rakyat

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menegaskan eksistensi partai ditentukan oleh kehadiran kader di ...