
SIDOARJO — Komitmen membentuk generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas kembali digaungkan oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia. Hal itu ia sampaikan dalam Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Balai Desa Keboananom, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (7/8/2025).
Bekerja sama dengan BKKBN, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya masif pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui pendekatan keluarga.
“Kita sedang menghadapi tantangan ekonomi global, tapi tidak boleh lengah. Presiden terus mendorong pembangunan SDM, mulai dari BPJS Kesehatan, Ketenagakerjaan, hingga Bangga Kencana,” ujar Indah Kurnia dalam paparannya.
Menurutnya, Bangga Kencana bukan sekadar program pengendalian penduduk, tetapi strategi nasional dalam membentuk generasi yang tangguh, cerdas, dan siap bersaing di era modern.
“Semua berawal dari keluarga. Dari rumah tangga yang direncanakan dengan baik. Memasuki usia 80 tahun kemerdekaan Indonesia, kita butuh generasi sehat secara fisik dan matang dalam berpikir,” tegas Indah.
Kepala Dinas P3AKB Sidoarjo, Heni Kristiani, S.Pd., M.M., menambahkan, bahwa BKKBN telah mengembangkan berbagai model pendampingan keluarga berbasis desa.
Program seperti Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Bina Keluarga Balita (BKB), dan Silantang (Sistem Informasi Layanan Keluarga Tangguh) menjadi sarana penting untuk membentuk pola asuh yang sehat dan setara.
“Pengasuhan bukan hanya tugas ibu, ayah juga harus aktif terlibat. Ini komitmen bersama untuk membangun masa depan anak-anak kita,” jelas Heni.
Sementara itu, perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Taufik Daryanto, menyampaikan bahwa meskipun angka kelahiran di Jawa Timur relatif terkendali, tantangan baru terus bermunculan dalam dinamika keluarga modern.
“Dari pengaruh gawai, pinjaman online, hingga kehamilan tidak diinginkan di kalangan remaja. Bangga Kencana kini bicara lebih luas, tentang kualitas hidup dan ketahanan keluarga secara menyeluruh,” ungkapnya.
Kepala Desa Keboananom, Sutiyono, mengaku bangga desanya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Program BKKBN sudah lama kami kenal, tapi baru kali ini sosialisasinya hadir langsung dengan skala besar. Ini momen langka dan sangat bermanfaat,” ujar Sutiyono.
Kegiatan berlangsung meriah dan interaktif, mulai dari sesi pemaparan materi, dialog terbuka antara narasumber dan warga, hingga pembagian doorprize yang disambut antusias.
Masyarakat tampak aktif menyampaikan pertanyaan dan pengalaman terkait perencanaan keluarga dan pola pengasuhan anak.
Sosialisasi ini menjadi penanda bahwa perubahan besar dimulai dari kesadaran kecil di dalam rumah. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang program Bangga Kencana, warga Keboananom diharapkan bisa menjadi contoh keluarga modern yang terencana dan berkualitas.(hd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









