KEDIRI – Insiden meninggalnya tiga warga asal Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri akibat keracunan setelah mengonsumsi minuman keras oplosan membuat Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana merasa prihatin.
Bupati yang akrab disapa mas bup ini tidak ingin peristiwa serupa terjadi kembali. Karena itu dia minta satpol PP untuk rutin melakukan razia.
Diakuinya jika saat ini Satpol PP tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penggeledahan. Karena itu pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Polres Kediri untuk melakukan patroli wilayah.
“Itu yang di Kecamatan Kepung kan yang sampeyan maksud. Ini di kawasan SLG aja masih ada. Kalau masih ada lagi dan tidak berizin apalagi oplosan. Karena saya dengar kemarin dari Polres Kediri laporannya kadarnya sampai 96%,” terang Mas Dhito, Rabu (6/8/2025).
Pasca kejadian tersebut, Bupati Kediri mengaku merasa was was sekaligus khawatir jika peredaran miras oplosan itu tidak menutup kemungkinan akan masuk melalui jalur sekolah .
“Tidak menutup kemungkinan akan masuk ke beberapa tempat sekolah. Saya khawatir minuman keras ini masuk ke tempat sekolah,” ujarnya .
Seperti diberitakan sebelumnya Satreskrim Polres Kediri telah mengamankan penjual miras oplosan berinisial PA warga Desa Kepung Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.
Diduga pria berusia 52 tahun itu menjadi inisiator peracik miras oplosan yang dijual di warung sekaligus rumahnya.
Akibat dari bisnis haramnya tersebut , 3 warga asal Kecamatan Puncu dinyatakan meninggal dunia (MD) setelah minum miras oplosan tersebut. Sementara 1 korban lai nya hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (putera/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










