Sabtu
13 Juni 2026 | 8 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi Imbau Warga Tidak Main Layangan di Pemukiman, Rawan Lukai Pengendara

PDIP-Jatim Eri Cahyadi 28052023

SURABAYA – Belakangan ini permainan layangan tengah menjadi sorotan. Muncul banyak laporan di berbagai daerah, salah satunya Jepara dan Bantul, terkait senar layangan yang melukai pengendara.

Melihat hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya turut mengambil sikap. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melalui Satpol PP Surabaya mulai menggencarkan patroli senar layangan.

Eri mengungkapkan, hobi masyarakat tersebut boleh dilakukan asalkan sesuai tempat. Tidak di pinggir jalan raya maupun pemukiman padat penduduk yang bisa membahayakan warga.

Senar layangan umumnya dilapisi bubuk kaca atau bahan abrasif tajam untuk memutuskan senar lawan. Jika itu menyangkut di pohon hingga tiang listrik maka resiko nya tinggi. Terburuk bisa menyobek leher hingga mengancam nyawa warga.

“Saya harap tidak ada yang bermain di pinggir jalan raya. Teman-teman kalau layangan di tempatnya saja yang tidak mengganggu pengguna jalan, bisa di pantai atau tempat lain yang tidak membahayakan orang,” ujar politisi PDI Perjuangan itu, Minggu (3/8/2025).

Sementara itu, di sisi lain Kepala Satpol PP Kota Surabaya Achmad Zaini turut menyerukan operasi senar layangan akan diperketat di jalan raya. Hal ini dikarenakan adanya laporan pengaduan tentang pengendara yang terkena senar layangan.

“Utamanya di jam-jam rawan siang – sore hari. Kemarin kami sudah menerima aduan, adanya pengguna jalan yang terkena benang layangan di Bubutan dan Wonokromo, tepatnya di dekat DTC,” ujarnya.

Jika ada masyarakat yang vermain layangan di dekat jalan raya, akan langsung diarahkan petugas ke lokasi yang lebih aman, misalkan lapangan terbuka sehingga tidak menggangu pengguna jalan.

“Karena saat ini sedang marak anak-anak bermain layangan dan membahayakan para pengguna jalan, kami juga akan melakukan pengawasan kepada aktivitas itu,” tuturnya.

Selain patroli rutin, pihaknya juga meminta masyarakat untuk proaktif. Utamanya para orang tua untuk memberikan edukasi kepada anak-anak agar tidak bermain layangan di jalanan.

“Dukungan masyarakat sangat diperlukan. Orang tua perlu memberikan pengertian pada anak tentang bahaya bermain layangan di jalan raya. Sebaliknya, mereka mengarahkan lokasi yang aman untuk bermain,” tandasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

231 Pengurus PAC Se-Lumajang Dilantik, Komposisi Kader Gen Z dan Perempuan Capai 78 Persen

LUMAJANG – DPC PDI Perjuangan Lumajang menggelar proses pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan ...
HEADLINE

Puncak Bulan Bung Karno 2026, Megawati Resmikan Hasil Renovasi Istana Gebang di Blitar

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan meresmikan hasil renovasi Istana Gebang di Blitar pada ...
KABAR CABANG

Warga Sumberbiru Berterima Kasih, PDIP Bondowoso Salurkan Air Bersih Saat Kemarau

Warga Dusun Sumberbiru, Bondowoso, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih dan sembako dari DPC PDI ...
KABAR CABANG

Pagelaran Wayang “Wahyu Pancasila” Diserbu Ribuan Warga Bumi Bung Karno 

Ribuan warga memadati pagelaran wayang kulit “Wahyu Pancasila” di Kelurahan Kaweron, Talun, Blitar. Guntur Wahono ...
KRONIK

Evaluasi Layanan Haji 2026, Hj. Ansari Soroti Fasilitas Hotel dan Transportasi

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, memberikan sejumlah catatan kritis terkait penyelenggaraan ...
SEMENTARA ITU...

Majelis Ngadem Kedungadem Ngaji Pemikiran Bung Karno

BOJONEGORO – Keberpihakan kepada masyarakat kecil dan kelompok rentan menjadi tema utama dalam Kajian Majelis ...