SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal mengintegrasikan tiga moda transportasi di masa depan. Tiga moda transportasi itu yakni bus Trans Jatim penghubung antar kota, kereta Surabaya Regional Railway Line (SRRL), hingga angkutan lokal Suroboyo Bus dan Feeder Wira Wiri.
“Kita dengan Provinsi Jawa Timur, alhamdulilah akan ada SRRL juga kan? Jadi, tidak semuanya hanya lewat bus saja, tapi bisa melalui kereta,” ungkap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Senin (28/7/2025).
Diketahui, SRRL ditarget beroperasi pada tahun 2027. Terkait hal ini, Pemkot Surabaya mulai menyiapkan infrastruktur pendukung dengan pelebaran jalur di beberapa titik, menghilangkan perlintasan sebidang karena SRRL butuh jalur ganda (double track).
Nantinya, SRRL akan memfasilitasi pergerakan masyarakat di Surabaya Raya, yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
Eri juga menegaskan kalau penambahan transportasi tidak mematikan yang sudah ada. Penumpang Bus Trans Jatim yang turun di titik tertentu akan dijemput Wira-Wiri ke tujuan akhir.

Dia mengungkapkan kalau rencana itu kini masih dikoordinasikan dengan Pemprov Jatim.
Sementara sistem bagi hasil yang akan diterapkan, Eri menyebut akan dihitung secara detail. “Nanti kita akan hitung, misalnya Rp 2.000 itu sampai mana? Oh ternyata batas opernya di sini dan lain-lainnya,” katanya.
Dalam proses perhitungan melibatkan komunikasi antara Dishub Surabaya dan Dishub Jatim. Dia yakin, integrasi akan menguntungkan masyarakat, sehingga penumpang itu tidak bingung.
Meskipun detail teknis seperti skema bagi hasil masih dibahas di tingkat dinas terkait, Eri memastikan konsep integrasi akan segera disepakati. Masyarakat juga bisa menggunakan tiket terusan yang memungkinkan perpindahan antar moda transportasi.
“Integrasi ini mengutamakan bagaimana orang itu nyaman ketika akan masuk Surabaya, ketika akan keluar Surabaya terintegrasi dengan transportasi yang ada. Transportasi yang ada itu apa? Bisa Trans Jatim, bisa bus, bisa Wira-Wiri, bisa SRRL nantinya,” paparnya. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










