Senin
17 Agustus 2026 | 5 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Marak Orangtua Polisikan Guru, Eri Cahyadi Ingatkan pentingnya Sinergi Sekolah dan Keluarga

pdip-jatim-250721-moot-sby-2-EC

SURABAYA – Fenomena guru dilaporkan ke polisi oleh orangtua siswa belakangan ini menjadi sorotan. Wali Kota Eri Cahyadi menyikapi fenomena tersebut saat membuka kegiatan Masa Orientasi Orang Tua (MOOT) jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Kota Surabaya di SMP Al-Hikmah, Minggu (20/7/2025).

Di acara daring dan luring tersebut menjadi wadah bagi Eri untuk menekankan peran krusial keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda.

Eri mengingatkan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak. Dia menegaskan, tindakan disiplin dari guru seharusnya tidak langsung disikapi dengan pelaporan ke polisi.

“Kalau hanya karena dimarahi, jangan langsung melapor. Ajak guru berdialog, pahami duduk persoalannya. Guru dan orangtua itu mitra, bukan lawan,” tegas Eri Cahyadi.

Namun, dia juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan fisik tetap tidak bisa ditoleransi. Jika ada kejadian seperti itu, langkah hukum menjadi jalan terakhir yang tepat.

Untuk persoalan yang hanya berkaitan dengan disiplin atau miskomunikasi, dialog dan musyawarah lebih diutamakan.

“Baik guru maupun orang tua, marilah kita menjadi teladan yang baik bagi anak-anak dan hindari tindakan lapor polisi untuk perselisihan ringan,” ajaknya.

“Kunci untuk menciptakan sinergi dalam mendidik adalah komunikasi dan pengertian, sehingga anak-anak dapat memandang guru sebagai bagian dari figur orang tua mereka,” imbuh dia.

Dalam kesempatan itu, Eri juga memperkenalkan konsep “MPLS Ramah” dengan slogan “Sekolahku adalah Rumahku, Guruku adalah Orang Tuaku”.

Filosofi tersebut, menurutnya, harus tertanam sejak awal tahun ajaran sebagai bentuk pendekatan pendidikan yang mengedepankan kasih sayang dan kedekatan emosional.

Eri mengajak orangtua ikut mengevaluasi diri jika anak melakukan pelanggaran, seperti terlibat geng motor, bullying, atau penyalahgunaan minuman keras. “Jangan langsung menyalahkan anak atau guru. Tanyakan dulu, apa yang luput dari perhatian kita sebagai orang tua?” tuturnya.

Dalam acara tersebut, Pemkot Surabaya bersama Satgas Kampung Pancasila juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Malam Tiba di Flores, Risma dan Ganjar Langsung Temui Pengungsi Gempa

MANGGARAI BARAT – Jajaran DPP PDI Perjuangan tidak menunggu pagi untuk menemui warga terdampak gempa di Flores, ...
KRONIK

Peringati Kemerdekaan RI, ASN Banyuwangi Bagikan Ribuan Bendera Gratis untuk Warga

BANYUWANGI – Beragam cara dilakukan warga Banyuwangi untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI. Salah satunya, para ...
KABAR CABANG

Energi Baru Pemilu 2029: Gen Z dan Perempuan Dominasi Pengurus Ranting PDIP Mojokerto

MOJOKERTO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto merampungkan seluruh tahapan konsolidasi dan pembentukan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong UMKM Trenggalek Kantongi SNI, Jadi “Jaket Pengaman” Produk

TRENGGALEK – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini, mendorong pelaku UMKM di ...
LEGISLATIF

Anggota DPRD Jatim Ony Setiawan Dorong Penguatan UMKM dan Koperasi di Tuban

TUBAN – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan, menginisiasi program ...
KRONIK

Amithya Ingatkan Generasi Muda Tak Kehilangan Jati Diri di Era Digital

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan jati ...