Kamis
02 Juli 2026 | 10 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Marak Orangtua Polisikan Guru, Eri Cahyadi Ingatkan pentingnya Sinergi Sekolah dan Keluarga

pdip-jatim-250721-moot-sby-2-EC

SURABAYA – Fenomena guru dilaporkan ke polisi oleh orangtua siswa belakangan ini menjadi sorotan. Wali Kota Eri Cahyadi menyikapi fenomena tersebut saat membuka kegiatan Masa Orientasi Orang Tua (MOOT) jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Kota Surabaya di SMP Al-Hikmah, Minggu (20/7/2025).

Di acara daring dan luring tersebut menjadi wadah bagi Eri untuk menekankan peran krusial keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda.

Eri mengingatkan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak. Dia menegaskan, tindakan disiplin dari guru seharusnya tidak langsung disikapi dengan pelaporan ke polisi.

“Kalau hanya karena dimarahi, jangan langsung melapor. Ajak guru berdialog, pahami duduk persoalannya. Guru dan orangtua itu mitra, bukan lawan,” tegas Eri Cahyadi.

Namun, dia juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan fisik tetap tidak bisa ditoleransi. Jika ada kejadian seperti itu, langkah hukum menjadi jalan terakhir yang tepat.

Untuk persoalan yang hanya berkaitan dengan disiplin atau miskomunikasi, dialog dan musyawarah lebih diutamakan.

“Baik guru maupun orang tua, marilah kita menjadi teladan yang baik bagi anak-anak dan hindari tindakan lapor polisi untuk perselisihan ringan,” ajaknya.

“Kunci untuk menciptakan sinergi dalam mendidik adalah komunikasi dan pengertian, sehingga anak-anak dapat memandang guru sebagai bagian dari figur orang tua mereka,” imbuh dia.

Dalam kesempatan itu, Eri juga memperkenalkan konsep “MPLS Ramah” dengan slogan “Sekolahku adalah Rumahku, Guruku adalah Orang Tuaku”.

Filosofi tersebut, menurutnya, harus tertanam sejak awal tahun ajaran sebagai bentuk pendekatan pendidikan yang mengedepankan kasih sayang dan kedekatan emosional.

Eri mengajak orangtua ikut mengevaluasi diri jika anak melakukan pelanggaran, seperti terlibat geng motor, bullying, atau penyalahgunaan minuman keras. “Jangan langsung menyalahkan anak atau guru. Tanyakan dulu, apa yang luput dari perhatian kita sebagai orang tua?” tuturnya.

Dalam acara tersebut, Pemkot Surabaya bersama Satgas Kampung Pancasila juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Ipuk Ajak Seluruh Stakeholder Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan

BANYUWANGI – Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah, pemangku kesehatan daerah diharapkan bisa ...
KRONIK

Kejurprov Voli Pasir U-17 2026 di Sumenep, Saatnya Atlet Muda Tunjukkan Kemampuan Terbaik

SUMENEP – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Voli Pasir U-17 2026 di Kabupaten Sumenep, sebagai momentum strategi dalam ...
LEGISLATIF

Ketua Komisi E DPRD Jatim Dorong Percepatan Renovasi GOR Velodrome Malang

Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno mendorong percepatan renovasi GOR Velodrome Malang serta ...
PEMILU

Sinung Sudrajad: Pilkada Langsung Perkuat Legitimasi Pemerintahan Daerah

PDI Perjuangan Bondowoso menilai pilkada langsung memperkuat legitimasi pemerintahan daerah karena kepala daerah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Pembangunan KEK Pariwisata Tak Hanya Kejar Investasi, Hak Masyarakat Harus Dilindungi

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta pemerintah memperbaiki tata kelola KEK Pariwisata agar tidak hanya ...
LEGISLATIF

Jaga Stabilitas Harga di Tingkat Peternak, DPRD Jatim Siapkan Perda Tata Niaga Telur

Komisi B DPRD Jatim menyiapkan Perda Tata Niaga Telur untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak sekaligus ...