Rabu
03 Juni 2026 | 5 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Efisiensi Koq Reses? Tanya Mahasiswi kepada Heru Kusnindar

IMG-20250719-WA0035_copy_655x412

NGAWI – Agenda serap aspirasi masyarakat yang digelar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi, Heru Kusnindar, diwarnai perdebatan menarik dengan seorang mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari UIN Surabaya. Mahasiswi tersebut mempertanyakan efektivitas kegiatan reses di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Kegiatan serap aspirasi digelar di Desa Soco, Kecamatan Jogorogo, Sabtu sore (19/7/2025). Kebetulan, di desa tersebut sedang berlangsung program KKN mahasiswa, dan Heru Kusnindar mengundang para peserta untuk turut hadir dalam acara tersebut.

Awalnya, kegiatan berjalan seperti biasa. Heru menyampaikan berbagai informasi terkait kebijakan pemerintahan dan menyerap masukan dari masyarakat. Namun suasana berubah saat sesi tanya jawab dibuka. Seorang mahasiswi bernama Risa, asal Mataram, menyampaikan pertanyaan kritis.

“Mengapa anggota dewan masih menggelar kegiatan reses di tengah kebijakan efisiensi? Mengapa tidak dialihkan ke kegiatan yang lebih langsung berdampak bagi masyarakat?” tanyanya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Heru Kusnindar mengaku senang. Ia menyambut baik sikap kritis mahasiswa yang peduli terhadap kebijakan publik. Menurutnya, kritik yang dilandasi niat baik perlu diapresiasi.

“Kalau kritik didasari niat baik, tentu tujuannya juga baik,” ujar Heru Kusnindar.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ngawi itu menjelaskan bahwa reses merupakan bagian dari fungsi konstitusional anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ia juga menambahkan bahwa dalam rangka efisiensi, beberapa komponen turut mengalami pemangkasan.

“Kebijakan efisiensi harus diikuti dengan skala prioritas. Kegiatan yang menyangkut kepentingan publik tetap harus diutamakan,” jelasnya.

Selain debat soal efisiensi, dalam forum tersebut Heru juga menerima sejumlah keluhan dari warga, salah satunya terkait Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai syarat pengajuan beasiswa mahasiswa miskin berprestasi.

Heru mengakui masih ada catatan dalam pengelolaan DTKS, khususnya terkait sistem verifikasi data dan pembaruan basis data yang belum optimal.

“Ada laporan bahwa sistemnya belum update. Kadang bisa diakses, kadang tidak. Ini menjadi catatan penting bagi kami,” tutupnya. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Saat Rombong Es Teh Bantuan Bupati Kediri Datang, Harapan Baru Mbah Mari Ikut Tiba

Mbah Mari, warga Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kediri, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya setelah menerima ...
KRONIK

Antipasi Krisis Pangan, PDI Perjuangan Jatim Instruksikan Kader Tanam Pohon Sukun

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengambil langkah nyata memperkuat kedaulatan pangan dengan ...
KRONIK

KNPI Sumenep Gelar Doa Bersama untuk Bung Karno, Bupati Fauzi: Harus Menjadi Energi Positif

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengapresiasi langkah DPD KNPI Sumenep menggelar penghormatan ...
KABAR CABANG

Gelar Baksos Donor Darah, Erma: Pancasila di Jiwa Seluruh Kader PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung rutin melaksanakan kegiatan bakti sosial donor darah setiap ...
KRONIK

Jemaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf Butuh Rumah Singgah, Bisa ke Kantor DPC PDIP Gresik

GRESIK – Menjelang puncak pelaksanaan Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf tahun 2026, semangat gotong royong dan ...
KABAR CABANG

Peringatan Harlah Pancasila, DPC Tulungagung Ajak Kader Bumikan Pemikiran Bung Karno

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Desa ...