Minggu
14 Juni 2026 | 12 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sopir Truk Curhat ODOL di Reses Heru Kusnindar

IMG-20250718-WA0027_copy_620x403

NGAWI – Seorang sopir truk asal Kecamatan Jogorogo menyampaikan keluhan terkait aturan pembatasan muatan atau Over Dimension Over Loading (ODOL) kepada anggota DPRD Ngawi, Heru Kusnindar, saat kegiatan serap aspirasi, Jumat (18/7/2025).

Mewakili paguyuban sopir truk di wilayahnya, sopir tersebut mengaku aturan ODOL sangat memengaruhi pendapatan. Ia menyoroti potensi pidana bagi sopir yang membawa muatan melebihi kapasitas kendaraan, serta menilai kebijakan ini kurang mempertimbangkan nasib para pekerja angkutan yang menggantungkan hidup dari jalanan.

Keluhan itu disampaikan cukup keras, termasuk kritik terhadap anggota dewan yang dianggap tidak memikirkan dampaknya bagi rakyat kecil.

Menanggapi hal tersebut, Heru Kusnindar memberikan penjelasan secara bijak. Ia menekankan bahwa setiap aturan dibuat untuk kepentingan bersama, termasuk aturan ODOL yang berkaitan langsung dengan spesifikasi teknis kendaraan.

“Aturan dibuat untuk kepentingan orang banyak. ODOL secara mendasar mengacu pada batas maksimal beban yang bisa ditoleransi kendaraan,” jelas Heru.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi itu menjelaskan, regulasi soal ODOL sebenarnya bukan hal baru.  Namun baru diterapkan secara ketat belakangan ini. Penindakan terhadap pelanggaran pun mulai digencarkan. Sehingga menimbulkan reaksi dari kalangan sopir, bahkan memicu aksi demonstrasi di berbagai daerah.

Heru memahami keresahan para sopir, terutama ketika pendapatan tidak sebanding dengan biaya operasional setelah mengikuti ketentuan tonase. Hal itu, menurutnya, juga berkaitan dengan para pengguna jasa angkutan.

“Ini menjadi bahan kajian kami agar bisa memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat. Ketika aturan sudah disahkan, publik dianggap telah mengetahuinya,” ujarnya.

Sebagai solusi, Heru mendorong pemerintah untuk memperkuat sosialisasi aturan ODOL. Menurutnya, pemahaman yang utuh akan membuat masyarakat lebih menerima dan patuh terhadap regulasi tersebut.

“ODOL bukan sekadar aturan, tapi upaya menciptakan keteraturan dan keselamatan lalu lintas. Jalan adalah fasilitas umum yang digunakan bersama, tidak hanya untuk truk, tapi juga kendaraan lain dan pejalan kaki,” pungkasnya.

Agenda serap aspirasi oleh Heru Kusnindar kali ini tidak hanya membahas aturan ODOL. Agenda tersebut juga menjadi ruang bagi anggota DPRD Ngawi untuk berdiskusi serta menampung beragam aspirasi konstituen. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Reses, Warga Ngariboyo Magetan Usul Pelebaran Jalan Hingga Peralatan Pesta

MAGETAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan, ...
KABAR CABANG

Ziarah Bung Karno dan Peresmian Hasil Renovasi Istana Gebang, Banteng Blitar Siapkan Penyambutan Megawati

BLITAR – Menjelang kunjungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke Blitar pada 14-15 Juni 2026, DPC ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Surabaya Siapkan Kader Gen Z Hadapi Era Politik Digital

DPC PDI Perjuangan Surabaya menggelar Pelatihan Komunikasi Politik Kader Gen Z dalam rangka Bulan Bung Karno 2026. ...
KABAR CABANG

231 Pengurus PAC Se-Lumajang Dilantik, Komposisi Kader Gen Z dan Perempuan Capai 78 Persen

LUMAJANG – DPC PDI Perjuangan Lumajang menggelar proses pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan ...
HEADLINE

Puncak Bulan Bung Karno 2026, Megawati Resmikan Hasil Renovasi Istana Gebang di Blitar

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan meresmikan hasil renovasi Istana Gebang di Blitar pada ...
KABAR CABANG

Warga Sumberbiru Berterima Kasih, PDIP Bondowoso Salurkan Air Bersih Saat Kemarau

Warga Dusun Sumberbiru, Bondowoso, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih dan sembako dari DPC PDI ...