Sabtu
13 Juni 2026 | 10 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

HUT ke-667 Ngawi, Bupati Ony Tekankan Keseimbangan Ketahanan Pangan dan Industrialisasi

IMG-20250707-WA0010_copy_611x430

NGAWI – Kabupaten Ngawi memasuki usia ke-667 tahun. Momen hari jadi ini dijadikan tonggak untuk menegaskan komitmen sebagai daerah penyangga pangan nasional sekaligus kawasan yang terus berkembang secara industri.

Hal itu disampaikan Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, usai memimpin upacara peringatan Hari Jadi Ngawi di halaman Pendopo Wedya Graha, Senin (7/7/2025).

Menurut Bupati Ony, peringatan ini bukan hanya seremonial semata, namun menjadi momentum penyadaran kolektif seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga peran Ngawi sebagai daerah lumbung pangan. Di sisi lain, ia mencermati pertumbuhan sektor industri yang juga semakin menggeliat.

“Kami ingin Kabupaten Ngawi dalam lima tahun ke depan tetap menjadi daerah penyangga pangan nasional, diikuti dengan iklim investasi yang semakin baik dan penciptaan lapangan pekerjaan yang luas,” ujarnya.

Bupati yang juga kader PDI Perjuangan itu menegaskan, tujuan tersebut hanya bisa tercapai apabila seluruh elemen masyarakat bergerak bersama. Sinergi, kolaborasi, dan partisipasi publik menjadi kunci dalam menyatukan kekuatan antara pertanian dan industrialisasi.

“Jika kita bergerak bersama-sama, insya Allah apa yang menjadi harapan ini akan diijabah oleh Allah SWT,” tambahnya.

Ony menggambarkan pertanian dan industri sebagai dua sisi mata uang yang perlu dijembatani dengan bijak. Menurutnya, kedua sektor ini harus saling menguatkan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

“Dua hal ini harus saling support, agar iklim pertumbuhan ekonomi di Ngawi semakin hari semakin baik,” tegasnya.

Peringatan Hari Jadi Ngawi tahun ini juga ditandai dengan langkah simbolis yang mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan. Tidak lagi menggunakan karangan bunga sebagai bentuk ucapan, berbagai instansi dan elemen masyarakat memilih memberikan bibit tanaman sebagai simbol dukungan.

Jenis tanaman yang diberikan pun beragam, mulai dari bibit buah hingga pohon keras, sebagai bentuk komitmen pelestarian alam dan penguatan sumber daya air.

Bupati Ony menjelaskan, upaya pelestarian alam, khususnya di wilayah hulu seperti lereng Gunung Lawu Utara yang menjadi pusat sumber mata air Ngawi, harus menjadi perhatian bersama. Mengingat sebagian besar lahan pertanian kini mulai menggunakan sistem pengairan sumur dalam.

“Sumber mata air utama kita berada di lereng Lawu Utara. Maka dari itu, kami ingin terus konsisten menjaga kelestarian air dengan menanam pohon. Ini bagian dari upaya untuk memastikan pertanian kita bisa berkelanjutan,” pungkasnya. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Surabaya Siapkan Kader Gen Z Hadapi Era Politik Digital

DPC PDI Perjuangan Surabaya menggelar Pelatihan Komunikasi Politik Kader Gen Z dalam rangka Bulan Bung Karno 2026. ...
KABAR CABANG

231 Pengurus PAC Se-Lumajang Dilantik, Komposisi Kader Gen Z dan Perempuan Capai 78 Persen

LUMAJANG – DPC PDI Perjuangan Lumajang menggelar proses pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan ...
HEADLINE

Puncak Bulan Bung Karno 2026, Megawati Resmikan Hasil Renovasi Istana Gebang di Blitar

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan meresmikan hasil renovasi Istana Gebang di Blitar pada ...
KABAR CABANG

Warga Sumberbiru Berterima Kasih, PDIP Bondowoso Salurkan Air Bersih Saat Kemarau

Warga Dusun Sumberbiru, Bondowoso, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih dan sembako dari DPC PDI ...
KABAR CABANG

Pagelaran Wayang “Wahyu Pancasila” Diserbu Ribuan Warga Bumi Bung Karno 

Ribuan warga memadati pagelaran wayang kulit “Wahyu Pancasila” di Kelurahan Kaweron, Talun, Blitar. Guntur Wahono ...
KRONIK

Evaluasi Layanan Haji 2026, Hj. Ansari Soroti Fasilitas Hotel dan Transportasi

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, memberikan sejumlah catatan kritis terkait penyelenggaraan ...