Senin
14 September 2026 | 12 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Agus Black Hoe Sebut Pengawasan Kondisi Kapal Masih Lemah

pdip-jatim-250703-kmp-tunu

SURABAYA – Tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali terus menyisakan duka mendalam. Anggota Komisi D DPRD Jatim, Agus Black Hoe, menilai, musibah ini mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap kelayakan armada penyeberangan oleh pihak-pihak terkait.

Dia menduga, fungsi kontrol dan pemeliharaan terhadap kapal-kapal penumpang masih sangat minim dan tidak dilakukan secara detail.

“Kapal-kapal saat ini harus ditingkatkan kontrol dan pemeliharaannya secara berkala. Terutama terkait uji kelayakan armada. Ketapang, Selat Bali, dan Gilimanuk ini adalah jalur penting yang menghubungkan Jawa dengan Bali, tapi jaminan keselamatan bagi pengguna jasa belum sepenuhnya terpenuhi,” tegas Agus Black Hoe, Kamis (3/7/2025).

Politisi PDI Perjuangan tersebut menyoroti pentingnya reformasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan administratif, termasuk riwayat kapal, perizinan operasional, dan pencatatan teknis yang menjadi bagian dari tanggung jawab regulator.

“Pemerintah harus semakin memiliki tanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kapal-kapal yang akan berlayar. Tidak hanya administrasi, tetapi juga secara teknis dan riwayat kelayakan kapal,” ujarnya.

“Kalau kapal-kapal tua yang tidak layak masih terus diizinkan berlayar, maka insiden semacam ini bisa saja terulang. Perlu ada pembaruan armada secara bertahap. Kalau tidak layak, ya harus ditarik. Keselamatan tidak bisa ditukar dengan efisiensi,” sambung dia.

Lebih lanjut, Agus Black Hoe juga menyebut rencana pengadaan kapal cepat rute Banyuwangi–Denpasar yang hingga kini belum memiliki kejelasan teknis maupun sosialisasi kepada masyarakat.

Dia menilai, proyek tersebut tampak terburu-buru dan terlalu dipaksakan di tengah situasi alam yang kerap tidak bersahabat.

“Kita juga harus melihat kondisi perairan Selat Bali yang seringkali ekstrem, tidak bisa dianggap sepele. Komunikasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Bali juga harus semakin ditingkatkan agar tidak bertepuk sebelah tangan,” terangnya

Diberitakan, tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya terjadi pada hari Selasa (2/7/2025), saat kapal mengangkut 65 orang yang terdiri dari 12 anak buah kapal (ABK) dan 53 penumpang.

Dari jumlah tersebut, hingga hari ketiga pencarian, sebanyak 27 orang telah ditemukan, yang terdiri dari 23 penumpang selamat dan 4 penumpang dinyatakan meninggal dunia.

Proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, TNI-Polri, dan instansi terkait lainnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

SRC 2026 Jadi Kawah Candradimuka, Surabaya Bidik 250 Emas di Porprov 2027

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadikan Surabaya Rising Champion (SRC) 2026 sebagai salah satu ...
HEADLINE

Soekarno Run Banyuwangi Libatkan Disabilitas Netra Layani Sport Massage Pelari

Soekarno Run Banyuwangi melibatkan penyandang disabilitas netra dalam layanan sport massage bagi peserta sebagai ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Gelar Pelatihan Pelatihan Kader Perempuan Akar Rumput

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar pelatihan kader perempuan ...
KABAR CABANG

Perkuat Akar Rumput, DPC PDIP Kota Batu Road Show Serahkan SK ke Ranting

MALANG — Memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput, DPC PDI Perjuangan Kota Batu memilih turun langsung ...
KRONIK

Bupati Fauzi di Tatorbangan Ritual Culture 2026: Generasi Muda Harus Ambil Peran Jaga Warisan Leluhur

SUMENEP – Pemerintah Desa (Pemdes) Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, menggelar Tatorbangan Ritual ...
KRONIK

Atasi Kekeringan di Bojonegoro, Legislator Amin Thohari Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Terdampak

​BOJONEGORO – Musim kemarau panjang yang memicu kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ...