SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter bertajuk “Bung Karno Sang Bapak Bangsa” di Balai Budaya Surabaya, Minggu (29/6/2025).
Juga film drama berjudul “Kusno”, di mana Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memerankan tokoh proklamator RI tersebut.
Usai pelaksanaan nonton bareng, peserta juga mengikuti sesi diskusi inspiratif yang dipandu Ghea Novianti, Puteri Indonesia Berbakat tahun 2004 dengan narasumber Seno Bagaskoro, Ketua TMP Surabaya yang juga juru bicara PDI Perjuangan dan Kuncarsono Prasetyo, budayawan.
Plt. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Yordan M. Batara-Goa mengatakan, nonton bareng film dokumenter serta diskusi tersebut diikuti seluruh pengurus partai, para relawan, dan simpatisan.
Tujuannya, agar dapat memahami tentang apa yang terjadi selama masa hidup Soekarno dan meneladani api semangat sang proklamator.

“Kita bisa meneladani dan yang lebih penting lagi kita memiliki semangat yang besar untuk meneruskan apa yang menjadi cita-cita beliau, yaitu mewujudkan Indonesia yang makmur, Indonesia yang sejahtera, Indonesia yang berkeadilan sosial, berketuhanan, berkemanusiaan yang bersatu serta berdaulat,” ungkap Yordan.
Ketua Bapemperda DPRD Jawa Timur tersebut menyampaikan bahwa PDI Perjuangan berencana akan melakukan pemutaran film tersebut dengan lingkup yang lebih luas agar masyarakat dapat lebih mengenal dengan sosok sang Proklamator.
“Di kesempatan mendatang kami juga akan mengadakan pemutaran film Bung Karno ini untuk masyarakat luas, jadi Bung Karno ini kita harapkan tidak hanya dicintai oleh sekelompok, segolongan atau sebagian saja tapi bisa dicintai dan dipahami dan diteladani oleh semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Yordan berharap dengan adanya peringatan Bulan Bung Karno, seluruh warga Indonesia dapat lebih mencintai dan meneruskan semangat perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia.
“Pada Bulan Bung Karno kita ingin jadikan sebagai bulan dimana semua masyarakat bisa belajar, berpikir, dan mencintai Bung Karno dan bersemangat dalam meneruskan ajaran-ajaran Bung Karno,” kata Yordan.

Menurutnya, sesi diskusi menjadi bagian penting dalam acara ini. TMP dan DPC PDIP Surabaya ingin memastikan bahwa acara ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana penguatan ideologi dan pembentukan karakter kader.
“Acara ini akan kurang bermakna jika hanya selesai di layar. Maka itu ada diskusi. Harapannya, semua yang hadir bisa pulang membawa semangat Bung Karno. Kita ingin mewarisi api-nya, bukan abunya,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Panitia Nonton Bareng Film Dokumenter dalam Rangkaian Bulan Bung Karno 2025 Arjuna Rizky Dwi Kresnayana menyampaikan bahwa acara ini untuk mengenang perjuangan Bung Karno dan menegaskan bahwa Bung Karno Arek Suroboyo.
“Film ini menceritakan kisah hidup Soekarno, mulai dari masa kecilnya dengan nama Kusno, hingga perjuangannya sebagai proklamator dan presiden pertama Indonesia,” terang Arjuna yang juga Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya.
Ia juga berharap, pemutaran film ini akan menjadi agenda rutin setiap tahun di bulan Juni sebagai bentuk konkret pewarisan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada generasi muda. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










