BLITAR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menggelar Festival Kuliner Mustika Rasa di ruang terbuka hijau (RTH) Kanigoro, Minggu (29/6/2025).
Kegiatan itu berhasil menyedot perhatian masyarakat sekaligus menjadi ajang pelestarian nilai-nilai kebangsaan melalui kuliner Nusantara.
Festival diikuti puluhan peserta dari Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Blitar. Masing-masing peserta menyajikan aneka hidangan khas yang diambil langsung dari buku resep legendaris “Mustika Rasa”, yang disusun atas gagasan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, pada tahun 1967.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Rijanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar perayaan, namun merupakan upaya konkret untuk menggali kembali warisan budaya bangsa yang hampir terlupakan.

“Bung Karno tak hanya mewariskan gagasan politik, tetapi juga kekayaan rasa lewat buku Mustika Rasa. Lewat festival ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat cinta tanah air lewat dapur rakyat,” jelas Rijanto.
Beragam menu tradisional turut dipamerkan seperti sayur asem, pecel hingga olahan laut khas pesisir Blitar juga mewarnai stan-stan kuliner yang tertata rapi.
Suasana terasa semakin semarak dengan hadirnya para juri, salah satunya adalah Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Ninik Rijanto.
Dalam penilaiannya itu, dia menyoroti pentingnya keaslian resep dan penyajian yang menggugah selera. Ninik juga mengapresiasi antusiasme peserta yang mampu menyajikan menu dengan standar tinggi.
“Saya melihat semangat yang luar biasa dari para peserta. Mereka bukan hanya memasak, tapi menghadirkan kembali rasa yang menjadi bagian dari sejarah bangsa,” ungkap Ninik.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Supriadi, menambahkan bahwa festival ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang digelar secara berkelanjutan.
Dia berharap, acara seperti ini dapat menjadi agenda tahunan yang mendidik sekaligus menghibur masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan kembali filosofi Bung Karno bahwa politik dan kebudayaan tidak bisa dipisahkan. Memasak pun bisa menjadi bentuk perjuangan,” tutur Supriadi.
Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemenang yang mendapatkan berbagai hadiah menarik, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kreativitas dalam mengolah resep warisan bangsa. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










