BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, dalam konferensi persnya, di Pendopo Agung, menyampaikan bahwa pihaknya memprioritaskan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan sebagai fokus utama program kerja tahun 2025, pada Kamis (26/6/2025).
Menurut Lukman, pembangunan tahun ini mencakup perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan pelayanan kesehatan melalui puskesmas, serta rehabilitasi dan pembangunan fasilitas pendidikan.
“Tahun 2025 ini, tema besar kita adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khusus layanan pendidikan dan kesehatan,” ujar Lukman.
Ia juga menjelaskan, ada keterlambatan dalam pelaaksanaan program akibat penyesuaian anggaran yang harus dilakukan sesuai dengan surat Edaran Kementrian Dalam Negeri terkait efesiansi belanja daerah.
Sejak bulan ini, tambahnya, sejumlah kegiatan prioritas mulai dijalankan. Salah satunya sektor yang menjadi perhatian utama adalah pembangunaan jalan kabupaten.
“Ada sekitar 45 titik jalan Kabupaten yang akan dibangun tahun ini. Sebagian besar beradi di wilayah-wilayah seperti Tanah Merah, Kwanyar, Murni, Mundung, dan lainnya,” terangnya.
Total panjang jalan Kabupaten yang telah direncanakan, sekitar 44 kilometer akan ditangani melalui APBD tahun ini. Namun, realitas ini baru mencangkup 10 hingga 20 persen dari kebutuhan.
“Target kita dua tahun kedepan bisa menyentuh 70 hingga 80 persen,” lanjut politisi PDI Perjuangan itu.
Sektor pendidikan juga menjadi prioritas, tahun ini terdapat 144 kegiatan pembangunan dan rehabilitas gedung sekolah. Untuk pelayana kesehatan, beberapa puskesmas juga sedang dikaji untuk ditingkatkan statusnya menjadi DPD atau rumah sakit pertama, khususnya di wilayah yang jauh dari pusat layanan kesehatan, seperti Blega dan Tanjung Bumi.
Lukman juga menyinggung persoalan sampah yang kerap menjadi sorotan masyarakat. Ia mengungkapkan, pemerintahan telah menyiapkan skema penanganan sampah yang komprehensif.
“Penanganan sampah ini akan menjadi fokus tersendiri. Tahun ini kita akan mulai gerak bersama, dari hulu ke hilir,” terangnya.
Ia juga menyampaikan, realisasi anggaran hingga tahun 2025 telah mencapai 33 persen dari total APBD. Sebagai bentuk transpirasi, ia mengajak media untuk mengawal pelaksanaan kegiatan pembangunan.
“Kami ingin semua pihak terlibat, termasuk media dan masyarakat, agar program-program ini bisa berjalan lancar dan sesuai harapan,” terangnya. (hzm/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













